Antam dan USN Dorong Kesejahteraan Nelayan Hakatutobu

KENDARINEWS.COM — PT Antam Tbk UBP Nikel Kolaka bekerja sama dengan Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka untuk meningkatkan kapasitas dan ekonomi kelompok nelayan di Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa. Melalui Program Pesona Karamba, Antam dan USN memfasilitasi nelayan Hakatutobu dalam budidaya berbagai jenis ikan dan lobster. Program yang dimulai sejak Maret 2025 ini kini telah menunjukkan hasil dengan panen raya ikan dan lobster yang mulai dinikmati para nelayan.

Kolaka Region, CSR & ER Sub. Division Head PT Antam Tbk UBP Nikel Kolaka, Muhammad Rusdan, menuturkan berkat kolaborasi Antam dan USN, kegiatan Keramba Jaring Apung (KJA) dapat terlaksana. Program Pesona Karamba bertujuan mendorong kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga kelestarian laut di Kolaka.

Menurut Rusdan, panen kali ini menjadi capaian penting yang menunjukkan keberhasilan penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan serta kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan nelayan pesisir. Hasil panen diharapkan memperkuat motivasi kelompok nelayan untuk terus mengembangkan usaha budidaya secara mandiri dan berkelanjutan.

Rusdan menambahkan, Program Pesona Karamba berfokus pada penguatan kapasitas, pendampingan teknis, dan penerapan inovasi sesuai kondisi lokal untuk mendorong produktivitas marikultur di Kolaka.

“Keberhasilan panen ini menjadi harapan bagi keberlanjutan program ke depan agar manfaatnya semakin luas dan meningkatkan kesejahteraan nelayan secara signifikan. Antam dan USN Kolaka berkomitmen menjaga kesinambungan program sebagai bagian dari pembangunan ekonomi biru yang inklusif dan berdaya saing,” ujarnya, kemarin.

Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan USN Kolaka, Marlina Mustafa, mengatakan pihaknya mendampingi kelompok nelayan dalam budidaya ikan dan lobster di karamba. Antam memfasilitasi pembuatan karamba dan pengadaan bibit.

Marlina menjelaskan, selain lobster, berbagai jenis ikan juga dibudidayakan, termasuk kerapu cantang, kerapu sunu, dan kerapu macan. Bibit ikan dan lobster sebagian diperoleh dari perairan sekitar, kecuali kerapu cantang yang didatangkan dari Bali.

Ia menambahkan, saat ini sekitar 1.071 ekor ikan dan 110 ekor lobster dibudidayakan oleh nelayan, beberapa di antaranya sudah siap dipanen sehingga program ini sangat berarti bagi peningkatan pendapatan mereka.

“Ada 24 nelayan yang mendapatkan pendampingan. Artinya, 24 kepala keluarga terbantu. Potensi pendapatan per siklus panen diperkirakan mencapai Rp 63,5 juta,” jelasnya.

Ketua Kelompok Nelayan Hakatutobu, Agus, mengakui Program Pesona Karamba sangat membantu menambah pendapatan mereka. “Pendapatan nelayan biasanya tidak menentu. Dengan program ini, kami memiliki tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk biaya pendidikan anak. Kami berterima kasih kepada Antam yang telah memfasilitasi dan USN Kolaka yang mendampingi budidaya ikan dan lobster,” tuturnya.

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kolaka, Umar, menyampaikan apresiasi kepada Antam atas dukungan pada program pemerintah untuk menyejahterakan nelayan. “Anggaran daerah terbatas sehingga tidak semua nelayan bisa dibantu. Program ini memungkinkan nelayan yang belum mendapat bantuan pemerintah terbantu oleh Antam,” ungkapnya.

Melihat potensi dan dampak positif bagi nelayan, Camat Pomalaa, Rahmat Hidayat Gavoer, berharap program ini berkelanjutan. “Kami berharap program ini dapat berkembang dan manfaatnya dirasakan kelompok nelayan di desa lain, khususnya di Kecamatan Pomalaa,” harapnya.

Tinggalkan Balasan