Komitmen Lingkungan: PT Vale Indonesia Selesaikan Reklamasi 158 Hektare, Tanam Puluhan Ribu Pohon

KENDARINEWS. COM— PT Vale Indonesia Tbk, perusahaan pertambangan anggota holding BUMN MIND ID, kembali membuktikan keseriusannya dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui Laporan Keberlanjutan tahun 2025, perusahaan merilis catatan gemilang di bidang lingkungan, mulai dari penyelesaian reklamasi lahan, program penanaman pohon, hingga perlindungan satwa endemik Sulawesi.

Sepanjang tahun 2025, PT Vale berhasil menuntaskan kegiatan reklamasi di lahan seluas total 158,09 hektare. Area terluas berada di wilayah operasional Sorowako seluas 156,67 hektare, disusul wilayah Bahodopi seluas 1,42 hektare yang dilakukan pada lahan bekas area konstruksi. Langkah ini dilaksanakan sepenuhnya sesuai dengan Rencana Reklamasi yang telah ditetapkan perseroan.

Di Sorowako, upaya pemulihan lahan ini berjalan beriringan dengan peta jalan dekarbonisasi yang ambisius. Perseroan menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Lingkup 1 dan 2 secara absolut sebesar 33 persen pada tahun 2030, dengan acuan dasar kondisi emisi pada tahun 2017. Sederet inisiatif efisiensi energi dan pengurangan emisi terus digalakkan untuk mewujudkan target tersebut.

Sementara itu, untuk proyek pertumbuhan perusahaan di wilayah Pomalaa dan Bahodopi, penyusunan peta jalan dekarbonisasi masih dalam proses pengembangan dan ditargetkan rampung pada tahun 2026 mendatang.

“Kami berkomitmen kuat menjaga keberlanjutan di setiap jejak operasional kami. Khusus untuk proyek di Pomalaa dan Bahodopi, peta jalan dekarbonisasi sedang disusun dan akan selesai tahun depan,” ungkap CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto

Tidak hanya pemulihan lahan, PT Vale juga aktif menjaga kekayaan hayati Sulawesi. Sepanjang 2025, perusahaan menanam kembali sebanyak 72.296 pohon. Bibit yang digunakan merupakan jenis tanaman lokal, endemik, maupun jenis-jenis yang dilindungi guna memulihkan fungsi ekologis hutan.

Upaya pelestarian juga dilakukan terhadap fauna asli yang terancam punah. Melalui program konservasi satwa liar, PT Vale merawat dan mengembangbiakkan sejumlah spesies penting, antara lain 18 ekor rusa Timor (Rusa timorensis) dan 1 ekor anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis). Hewan-hewan ini merupakan kekayaan hayati khas Sulawesi yang status perlindungannya sangat prioritas.

Bernardus menegaskan, langkah-langkah ini adalah wujud nyata tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Bagi PT Vale, kegiatan pertambangan harus berjalan beriringan dengan pemulihan alam, pelestarian keanekaragaman hayati, serta pengurangan dampak lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan