KENDARINEWS.COM — Longsor besar yang melanda Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu (16/11/2025) menimbulkan kerusakan masif dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 32,33 miliar. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah hingga Kamis (20/11/2025) menunjukkan dampak kerusakan meliputi permukiman, infrastruktur, lahan pertanian, hingga ternak warga.
Kabid Kedaruratan BPBD Jawa Tengah, Chomsul, menjelaskan bahwa 182 rumah terdampak, terdiri dari 128 rumah rusak ringan dan 54 rumah rusak berat. Selain itu, kerusakan infrastruktur terjadi pada jalan sepanjang 800 meter, irigasi sepanjang 670 meter, satu bangunan bendung, jaringan listrik, serta fasilitas sosial berupa satu masjid rusak berat dan dua mushala terancam.
Kerugian ekonomi warga juga cukup besar akibat hilangnya hewan ternak. “Terdapat 5 ekor sapi dan 125 ekor kambing milik warga yang mati, selain 14 warung dan lahan pertanian yang rusak. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 32,33 miliar,” ujar Chomsul melalui pesan singkat, dikutip dari kompas.com.
Korban Tewas Bertambah, 25 Warga Masih Dicari. Hingga Kamis pagi, BPBD mencatat tiga warga meninggal dunia, satu orang mengalami luka-luka, dan 25 warga masih hilang. Operasi pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan sejak pagi hari.
“Proses pencarian menjadi prioritas utama. Tim masih berupaya menemukan warga yang hilang,” lanjut Chomsul, dikutip dari Kompas.com.
934 Warga Mengungsi, Kebutuhan Logistik Mendesak. Akibat bencana ini, jumlah pengungsi mencapai 934 jiwa dari 335 KK, terdiri dari 454 laki-laki dan 480 perempuan. Mereka tersebar di lima titik pengungsian resmi serta beberapa rumah warga.
BPBD menyampaikan bahwa para pengungsi masih memerlukan berbagai bantuan logistik. Kebutuhan mendesak meliputi:
- Popok bayi
- Perlengkapan mandi & pakaian
- Susu dan makanan anak
- Hygiene kit, antiseptik
- Alas tidur dan alat kebersihan
- Regulator gas
- APD petugas
- Layanan psikososial bagi keluarga korban hilang
521 Personel Dikerahkan
Untuk mendukung pencarian korban dan penanganan pengungsi, sebanyak 521 personel dikerahkan. Mereka berasal dari BNPB, BPBD Provinsi dan Kabupaten, TNI–Polri, tenaga kesehatan, dinas teknis, PMI, TRC, relawan potensi SAR, ormas, hingga komunitas lintas daerah.
Operasi berlanjut mencakup pencarian korban, pendampingan pengungsi, hingga operasional dapur umum.








































