KENDARINEWS.COM — Cikarang, Jawa Barat ā Suzuki Fronx kini diproduksi di pabrik Suzuki Cikarang, yang juga menjadi tempat produksi XL7 dan Ertiga. Fauzan Dwi Sugiarto, salah satu penanggung jawab pabrik, mengungkapkan bahwa setiap unit Suzuki Fronx membutuhkan waktu 8,5 jam untuk selesai dari proses awal hingga siap dikemudikan.
“Jadi dari proses paling awal, yang masih dalam bentuk pelat hingga benar-benar selesai dan bisa dikemudikan, waktu pengerjaannya 8,5 jam,” ujar Fauzan saat dikonfirmasi detikOto di pabrik Suzuki, Selasa (18/11). Dilansir dari detikoto.
Durasi tersebut mencakup seluruh proses produksi, mulai dari pressing, welding, painting, assembling, hingga inspeksi akhir. Khusus proses welding, menurut Fauzan, memerlukan waktu sekitar dua jam. Dilansir dari detikoto.
Pada tahap final inspection, setiap mobil melalui serangkaian pengecekan ketat, seperti wheel alignment, headlight tester-turning radius, sideslip tester, drum tester, brake tester, under body, engine room, DSBS II, shower test, rattle noise, high speed, dan final check. Setelah semua tahap tersebut selesai, mobil dianggap siap dikemudikan sebelum dipasarkan.
Dengan kapasitas pabrik saat ini, Suzuki Cikarang mampu memproduksi sekitar 130-150 unit Suzuki Fronx per hari. Selain itu, mobil ini memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 63 persen, hasil kerja sama dengan berbagai pemasok komponen lokal. Dilansir dari detikoto.
Suzuki Fronx buatan pabrik Cikarang tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga di negara-negara Asia Tenggara. Rencananya, hingga 2027, sekitar 30 ribu unit Suzuki Fronx akan diekspor dari Indonesia ke pasar regional.








































