KENDARINEWS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara baru saja merilis data indikator strategis terkini, yang mencakup sektor transportasi. Data ini menunjukkan adanya dinamika menarik antara angkutan udara dan laut di wilayah Sultra.
Plt. Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Kurniawan, dalam siaran persnya pada 1 Agustus 2025, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari Sulawesi Tenggara pada Juni 2025 mengalami kenaikan signifikan sebesar 12,33 persen, mencapai 54.727 orang dibandingkan Mei 2025 yang hanya 48.722 orang. Kenaikan juga terjadi pada jumlah penumpang yang datang, yaitu sebesar 5,37 persen, dari 51.450 orang menjadi 54.211 orang.
Namun, tren berbeda terjadi pada angkutan laut. Jumlah penumpang yang berangkat pada Juni 2025 menurun sebesar 4,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 126.884 orang menjadi 120.852 orang. Meskipun demikian, jumlah penumpang yang datang mengalami kenaikan tipis sebesar 2,55 persen, dari 110.047 orang menjadi 112.852 orang.
Menanggapi data ini, Dinas Perhubungan dan Transportasi Sulawesi Tenggara memberikan perhatian khusus pada peningkatan signifikan pada sektor penerbangan. “Kami melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam memilih moda transportasi. Kenaikan jumlah penumpang udara menunjukkan bahwa masyarakat semakin menghargai efisiensi waktu dan kenyamanan yang ditawarkan oleh transportasi udara,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Sultra Muhammad Rajulan, ST. M.Si
Lebih lanjut, Rajulan menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan kajian mendalam terkait penurunan jumlah penumpang angkutan laut. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk operator pelayaran, untuk mencari solusi terbaik dalam meningkatkan kembali minat masyarakat terhadap transportasi laut. Faktor-faktor seperti harga tiket, jadwal keberangkatan, dan kualitas pelayanan akan menjadi fokus perhatian kami,” jelasnya.
Selain itu, data BPS juga mencatat penurunan jumlah barang yang dibongkar dan dimuat dari kapal domestik. Jumlah barang yang dibongkar mengalami penurunan sebesar 7,00 persen, dari 1.218.546 ton menjadi 1.133.287 ton. Sementara itu, jumlah barang yang dimuat juga mengalami penurunan sebesar 14,18 persen, dari 2.468.496 ton menjadi 2.118.443 ton.
Dinas Perhubungan Sultra akan terus memantau perkembangan ini dan berupaya untuk menjaga keseimbangan antara berbagai moda transportasi, serta memastikan kelancaran distribusi barang dan mobilitas penumpang di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.










































