Bangkitkan Ekonomi Rakyat, Pemprov Sultra Genjot Pembangunan Koperasi Merah Putih

KENDARINEWS.COM— Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bergerak cepat mewujudkan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai dasar pemberdayaan ekonomi masyarakat tingkat bawah. Dengan target pembangunan sebanyak 2.273 unit yang tersebar di seluruh wilayah, Sultra menunjukkan komitmen kuat menjadikan koperasi ini sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Penegasan ini disampaikan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, usai mengikuti peresmian operasionalisasi Koperasi Merah Putih secara virtual yang berlangsung dari Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan pemantauan pelaksanaan program di wilayah Sultra dilakukan langsung di Gerai Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga, Kota Kendari.

Menurut Gubernur Andi Sumangerukka, keberadaan koperasi ini bukan sekadar bangunan fisik biasa, melainkan dirancang menjadi pusat penggerak perekonomian rakyat. Koperasi berperan ganda: menyalurkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membuka lapangan usaha baru bagi warga, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh.

“Program ini akan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan target pembangunan 2.273 unit koperasi yang akan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sultra,” ujarnya.

Pencapaian yang ditorehkan Sultra dinilai sangat membanggakan. Dari total 1.061 unit koperasi yang telah diresmikan secara nasional, sebanyak 771 unit berada di wilayah Sultra. Bahkan, 75 unit di antaranya telah menyelesaikan pembangunan secara penuh, salah satunya terletak di Kelurahan Baruga, Kota Kendari.

Meskipun demikian, proses pembangunan tidak berjalan mulus tanpa tantangan. Di beberapa wilayah, pemerintah sempat menghadapi kendala berupa keterbatasan lahan dan aset. Namun, persoalan ini berhasil diatasi melalui kerja sama yang erat antara Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, dengan memanfaatkan aset daerah yang ada untuk mendukung kelancaran pembangunan dan operasional koperasi.

Untuk tahap selanjutnya, Pemerintah Provinsi Sultra kini mempersiapkan tahap pengisian dan pengoperasian koperasi. Nantinya, koperasi akan berfungsi sebagai pusat distribusi sembako yang disalurkan dari pemerintah pusat ke tangan masyarakat.

“Kita tinggal menunggu tahap pengisian barang. Kebutuhan pokok akan didistribusikan melalui koperasi agar dapat dinikmati langsung oleh warga. Kami menargetkan seluruh koperasi yang sudah selesai dibangun mulai beroperasi secara penuh pada Juli 2026 mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, La Ode Muh. Salihin, menambahkan bahwa perkembangan pembangunan koperasi terus berjalan pesat. Dari 771 unit yang sedang dalam proses, sebanyak 768 unit ditargetkan selesai sepenuhnya pada Agustus 2026.

Pembangunan ini dilakukan melalui kerja sama antar instansi, melibatkan Kementerian Koperasi, Agrinas, dan TNI. Wilayah dengan perkembangan tercepat berada di bawah pengawasan Kodim 1417/Kendari, yang mencakup Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, dan Konawe Kepulauan.

Tinggalkan Balasan