KENDARINEWS. COM–– Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, bersama Walikota Kendari, Siska Karina Imran, menghadiri kegiatan panen raya sekaligus penyerahan bantuan sarana pertanian bagi para petani di Kelurahan Amohalo, Kota Kendari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah dalam memulihkan sektor pertanian yang sempat terganggu akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Turut hadir mendampingi kegiatan ini, Komandan Kodim 1417, Ketua DPRD Provinsi Sultra, Ketua DPRD Kota Kendari, Wakil Walikota Kendari, Sekda Kota Kendari,serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan kepada petani bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari dan dukungan dari Kementerian Pertanian. Bantuan ini diprioritaskan bagi kelompok tani yang lahannya terdampak banjir, guna membantu mereka bangkit kembali dan menjaga ketahanan pangan daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa memanen sekitar 5,5 ton gabah di lahan yang terdampak namun airnya sudah surut. Kami berharap lahan-lahan lain yang masih tergenang air segera pulih dan bisa mengikuti keberhasilan panen hari ini. Semoga hasil panen ke depan semakin melimpah dan bantuan ini benar-benar bermanfaat besar bagi kesejahteraan para petani,” ujar Siska Karina Imran.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Amran Ismail, merinci bantuan yang diserahkan pada kegiatan hari ini berupa 50 karung pupuk dengan berat masing-masing 50 kilogram, yang terdiri dari jenis pupuk NPK dan Urea. Pengadaan bantuan ini menelan anggaran sekitar Rp50.000.000 dengan estimasi harga satuan mencapai Rp800.000 per sak, yang seluruhnya bersumber dari APBD Kota Kendari.
Amran juga menjelaskan bahwa dukungan tidak berhenti sampai di sini. Dalam waktu dekat, Kementerian Pertanian akan menyalurkan bantuan tambahan berupa benih padi sebanyak 235 ton. Pasokan benih ini disiapkan khusus untuk kebutuhan musim tanam kedua tahun 2026, mencakup kebutuhan reguler maupun pengganti tanaman di lahan yang rusak akibat banjir. Selain benih, pasokan pupuk tambahan dari pusat juga dijadwalkan tiba guna menjamin ketersediaan sarana produksi pertanian.
Berdasarkan data yang tercatat, total luasan lahan pertanian yang terpantau di wilayah tersebut mencapai 355 hektar. Dari jumlah itu, sekitar 75 hektar dinyatakan mengalami kerusakan parah atau puso akibat terendam air cukup lama. Sementara itu, potensi rata-rata hasil panen di lahan yang masih produktif mencapai 5,5 ton per hektar.(lis)










































