Kerja Nyata Pj Gubernur Andap, IPH Sultra Kembali Terendah Secara Nasional

KENDARINEWS.COM—Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Komjen (P) Dr (HC) Andap Budhi Revianto bersama jajaran kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kerja nyata Sekjen Kemenkumham RI ini, pada Minggu ke-4 bulan Mei 2024, berhasil menjadikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Sultra berada pada angka -2,25 atau kembali menjadi yang terendah secara nasional. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Senin (27/05/24).

Sebelumnya, data pada minggu pertama Mei 2024, menunjukkan angka IPH Provinsi Sultra alami penurunan yang cukup signifikan, yaitu deflasi -1,62. Kemudian, pada minggu kedua turun menjadi -1,74. Selanjutnya, pada minggu ketiga kembali turun menjadi -2,12. Terakhir IPH Provinsi Sultra kembali turun menjadi -2,25 pada minggu keempat bulan Mei.

“Angka IPH terendah secara nasional ini menjadi yang keempat secara berturut-turut, hal ini menandakan bahwa perkembangan harga di Provinsi Sultra relatif stabil dan terkendali di bulan Mei 2024,” ungkap Andap Budhi Revianto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/5/2024).

Andap menjelaskan, IPH tertinggi minggu keempat di Sultra, terjadi di Kabupaten Muna Barat sebesar 0,96. Sedangkan, Kabupaten dengan IPH terendah berada di Kabupaten Muna yang alami deflasi sebesar -4,49 yang disebabkan penurunan harga beras, daging ayam ras, dan daging sapi.

Selain itu, Pj Gubernur juga menyampaikan mengenai kesiapan para Bupati/Walikota dan Kepala Perangkat Daerah mengingat prakiraan BMKG bahwa Sultra sebagai salah satu provinsi yang akan menghadapi kekeringan pada tahun 2024 sebagaimana surat edaran yang dikeluarkan oleh BMKG RI.

“Kita harus waspada dan perlu melakukan langkah sejak dini, menyikapi info kekeringan tahun 2024 dari BMKG dengan memitigasi risikonya, agar tidak terjadi lonjakan harga pada harga pangan yang berimbas pada angka inflasi. Isu pangan akan menjadi hal yang sangat strategis dan fundamental,” jelasnya.

Lanjut Andap, perlu diinformasikan juga kepada masyarakat bahwa saat ini, Pemprov Sultra memiliki stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras sebanyak 183,82 ton yang akan digunakan ketika kondisi darurat. “Tahun ini, akan ada penambahan CPP Provinsi sebanyak 88 ton,” imbuhnya. (Kn)

Tinggalkan Balasan