Jumlah Kasus DBD Naik, Dinkes Kendari Himbau Waspada

KENDARINEWS.COM–Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kendari hingga kemarin (17/01) tercatat sebanyak 261 kasus. Jumlahnya meningkat signifikan jika dibandingkan periode sebelumnya (Januari 2023) hanya 25 kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari Ellfi mengungkapkan, peningkatan jumlah kasus DBD di Kota Kendari disebabkan peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. 

“Peralihan musim kemarau ke musim hujan mempercepat perkembangbiakan nyamuk termasuk perkembangan Aedes Aegypti penyebab demam berdarah,” ungkapnya, kemarin.

Meski jumlah kasus DBD mengalami peningkatan, kata Ellfi, akan tetapi peningkatannya belum bisa dikategorikan sebagai kejadian luar biasa pasalnya hingga saat ini di Kota Kendari belum terdapat kasus meninggal akibat DBD. 

Justru sebaliknya, kata Ellfi, pasien DBD yang dirawat di beberapa fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Klinik, dan Rumah Rumah Sakit kini berangsur pulih. Total jumlah pasien sembuh hingga (17/01) tercatat sebanyak 203 orang dari 261 kasus sehingga total pasien yang masih dirawat tersisa 58 pasien.

Sebagai bentuk pencegahan, pihaknya rutin melaksanakan sosialisasi mulai ditingkat kelurahan, kecamatan, hingga ke sekolah guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penularan penyakit DBD.

“Kami sudah mengimbau camat dan lurah dan satuan pendidikan agar senantiasa melakukan upaya 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD,” ungkap Ellfi.

Ellfi menjelaskan, 3M Plus yang dimaksud yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan barang bekas untuk didaur ulang. 

Sementara untuk plusnya, kata Ellfi yakni memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan lotion anti nyamuk, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air, serta memasang kelambu pada kamar agar terhindar dari gigitan nyamuk.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kota Kendari, drg. Rahminingrum mengungkapkan meningkatkan penyebaran penyakit DBD dipengaruhi perubahan musim saat ini yang memasuki musim penghujan. “Kondisi cuaca saat ini sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk Andes Aegypti,” ungkapnya.

Lanjut dia, penyakit DBD mudah menular karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) termasuk menerapkan 3 M Plus. 

Karena masuk kategori penyakit mematikan, Rahminingrum menyarankan kepada masyarakat yang merasakan gejala penyakit DBD untuk segera datang ke Puskesmas atau layanan faskes terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Penyakit ini bisa menyebabkan demam tinggi hingga 40 derajat celsius. Selain itu, beberapa gejala lainnya, antara lain sakit kepala, nyeri otot, tulang atau sendi, mual dan muntah. Ini harus mendapatkan pertolongan medis sebelum kondisinya (pasien) memburuk,” ungkapnya.(ags)

Tinggalkan Balasan