Tingkatkan Pelayanan, RSJ Sultra dapat Dukungan Pusat Kesehatan Jiwa Nasional

KENDARINEWS.COM–Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat dukungan dari Pusat Kesehatan Jiwa Nasional dr. H. Marzoeki Mahdi. Itu berlaku setelah MoU Gubernur Sultra. H. Ali Mazi bersama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional, dr. H. Marzoeki Mahdi yang diwakili Direktur Pelayanan Medis, Keperawatan dan Penunjang, dr. Rahmi Handayani diaula merah putih Rujab Gubernur Sultra.

Ali Mazi mengatakan,  diwilayah Sultra, berdasarkan data yang ada,  prevalensi orang yang menderita gangguan jiwa sekira 1.580 orang. 

“Mengingat besarnya jumlah ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa diwilayah ini, maka penguatan sistem kesehatan khususnya kesehatan jiwa dapat kita capai dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,”kata Orang nomor satu di Bumi Anoa itu. 

Lanjutnya,  salah satu fokus utama perhatian Pemerintah Provinsi dalam rangka mewujudkan masyarakat  yang sehat, aman, maju, sejahtera dan bermartabat  dilakukan  melalui penyediaan infrastruktur dan fasilitas kesehatan yang modern. Hal ini  guna memenuhi kebutuhan masyarakat Sultra khususnya, terhadap pelayanan kesehatan yang lebih memadai, lebih efektif dan efisien.

Berangkat dari hal tersebut, maka Pemerintah Provinsi Sultra selain membangun Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah dan Otak Oputa Yo Koo, sebagai satu dari tiga proyek strategis di bawah kepemimpinan “Aman”, juga telah direncanakan pembangunan gedung baru RSJ Provinsi Sultra.

“Ini kita lakukan mengingat kondisi sebagian besar bangunan RSJ Provinsi Sultra saat ini dinilai tidak lagi layak dan memadai untuk menunjang kelancaran pelaksanaan aktivitas pelayanan kesehatan dan aktivitas manajemen di masa yang akan datang,”ujarnya.

Pada bulan Juli 2023, pembangunan  RSJ Sultra telah dimulai dan diawali dengan pembangunan gedung baru poliklinik dan manajemen RSJ Sultra yang akan dilengkapi dengan fasilitas yang lebih memadai. 

“Upaya ini kami lakulan sebagai bentuk komitmen, dan  fokus kami dalam mewujudkan seluruh program pembangunan yang telah kita rencanakan bersama sebelum.mengakhiri masa jabatan pada 5 September mendatang,”ucapnya.

Sementara itu,  Asisten Deputi Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK, dr. Nia Reviani, mengaku mendapatkan tugas  berat dalam menggawal pembangunan Rumah Sakit Jiwa di Provinsi Sultra. Bahkan usai verifikasi lapangan, hampir seluruh  ruangan RSJ Sultra sudah tidak layak dan perlu dibangun kembali.

“Alhamdulillah kami sudah  melakukan rapat koordinasi dan melihat tentang rencana pembangunan lantai 3 dan 4 di tahun depan,”ujarnya.

Ia mengaku, dalam pembangunan RSJ Sultra, juga mendapat dukungan penanaman atau penghijauan pohon dari Kemenko PMK dan jajaran dibawa koordinasi Kemenko PMK.

“Sehingga mereka nanti akan  menanam 1.000 pohon sebagai dukungan penghijauan di Rumah Sakit Jiwa sebagai RSJ moderen yang ramah lingkungan dan hijau. Namun diawal mereka baru akan menanam 200 pohon,”pungkasnya. (rah/kn)

Ketgam : Penandatanganan MoU  antara Pemprov Sultra dalam hal ini Gubernur Sultra. H. Ali Mazi bersama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional, dr. H. Marzoeki Mahdi yang diwakili Direktur Pelayanan Medis, Keperawatan dan Penunjang, dr. Rahmi Handayani diaula merah putih Rujab Gubernur Sultra, kemarin.

Tinggalkan Balasan