2 Tahun Tak Ada Rekruitmen, Program Beasiswa 5.000 Doktor Kemenag Dibuka Lagi

KENDARINEWS.COM– Siap siap Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam bakal buka kembali Program beasiswa 5000 Doktor pada tahun 2022. Program ini sempat terhenti pada 2020 dan 2021.

“Kendatipun karena satu dan lain hal pada tahun 2020 dan 2021 tidak ada rekrutmen baru Program Beasiswa 5000 Doktor, untuk tahun 2022 akan dibuka lagi dengan skema anggaran Kemenag LPDP,” kata Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Ditjen Pendidikan Islam, Ruchman Basori, Kamis (21/4).

Ruchman meminta agar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang menjadi mitra dalam penyelenggaraan program ini terus memperbaiki layanan mahasiswa. Sehingga dapat menghasilkan doktor yang berkualitas, moderat, dan tepat waktu.

Kepada para penerima beasiswa 5000 Doktor di UIN Alauddin Makassar, Ruchman mengingatkan agar menyelesaikan program ini tepat waktu. Selain demi kepentingan pribadi, juga untuk UIN, IAIN, STAIN, dan PTKIS tempat pengabdian.

“Segera selesai dan kembali ke perguruan tingginya masing-masing untuk bersama-sama mengawal mutu dan transformasi kelembagaan,” jelas Ruchman.

Alumni UIN Walisongo ini meminta para mahasiswa Program Beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama ikut mendesiminasikan moderasi beragama kepada masyarakat. “Jaga pikiran dan perilaku baik di dunia nyata maupun maya, jangan terjebak pada paham intoleran dan ekstrem,” pungkas Ruchman.(jp/KN)

2 Tahun tak Ada Rekruitmen, Program Beasiswa 5.000 Doktor Kemenag Dibuka Lagi

KENDARINEWS.COM– Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dalam beberapa tahun terakhir telah menggulirkan Program beasiswa 5000 Doktor. Program ini sempat terhenti pada 2020 dan 2021. Rencananya akan kembali dibuka pada 2022 ini.

“Kendatipun karena satu dan lain hal pada tahun 2020 dan 2021 tidak ada rekrutmen baru Program Beasiswa 5000 Doktor, untuk tahun 2022 akan dibuka lagi dengan skema anggaran Kemenag LPDP,” kata Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Ditjen Pendidikan Islam, Ruchman Basori, Kamis (21/4).

Ruchman meminta agar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang menjadi mitra dalam penyelenggaraan program ini terus memperbaiki layanan mahasiswa. Sehingga dapat menghasilkan doktor yang berkualitas, moderat, dan tepat waktu.

Kepada para penerima beasiswa 5000 Doktor di UIN Alauddin Makassar, Ruchman mengingatkan agar menyelesaikan program ini tepat waktu. Selain demi kepentingan pribadi, juga untuk UIN, IAIN, STAIN, dan PTKIS tempat pengabdian.

“Segera selesai dan kembali ke perguruan tingginya masing-masing untuk bersama-sama mengawal mutu dan transformasi kelembagaan,” jelas Ruchman.

Alumni UIN Walisongo ini meminta para mahasiswa Program Beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama ikut mendesiminasikan moderasi beragama kepada masyarakat. “Jaga pikiran dan perilaku baik di dunia nyata maupun maya, jangan terjebak pada paham intoleran dan ekstrem,” pungkas Ruchman.(jp/KN)

Tinggalkan Balasan