KENDARINEWS.COM — Pelajar di Kota Kendari yang tercover dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP) cukup besar. Namun tidak semua penerima bisa mencairkan bantuan biaya pendidikan. Persoalannya, masih ada pelajar yang belum atau terlambat mengaktivasi rekening bank. Jika tidak dicairkan, bantuan KIP akan dikembalikan ke kas negara.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Muchdar Alimin mengakui belum semuanya pelajar yang tercover KIP menerima bantuan. Dari 22.482 pelajar, sebanyak 6.188 diantaranya dananya belum bisa dicairkan.
“Masih ada yang belum bisa cair lantaran belum atau terlambat mengaktivasi rekening bank. Untuk setingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 4.055 pelajar sementara Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2.133 pelajar. ,” beber Muchdar Alimin saat dikonfirmasi Kendari Pos kemarin.
Dari jumlah itu lanjutnya, 1.073 pelajar belum mengaktivasi rekening bank sementara 5.115 lainnya terlambat. Meski terlambat, laporannya langsung diproses. Sejauh ini, mereka tinggal menunggu proses pencairannya.
Untuk bisa mengaktivasi rekening bank, penerima bantuan KIP harus mengambil surat pengantar dari sekolah. Bagi siswa yang belum aktifasi segera aktifasi ke Bank terdekat. Jika batas waktu telah lewat, dana KIP nya akan kembali ke Kas negara,” ujarnya.
Nominal bantuan KIP kata dia, besaran antara pelajar SD dan SMP berbeda. Untuk SD sebesar Rp 450 ribu tiap semester sedangkan SMP 750 ribu. Bantuan ini bersumber dari Program Indonesia Pintar yang salah satu program prioritas pendidikan pemerintahan pusat bagi keluarga tidak mampu. (b/m1)
Penerima KIP
- SD
Penerima 14.239 Pelajar
Belum Cair 4.055 Pelajar
Dana Bantuan Rp 450 Ribu Persemester - SMP
Penerima 8.243 Pelajar
Belum Cair 2.133 pelajar
Dana Bantuan Rp 750 Ribu Persemester
Belum Cair
1.073 Pelajar Belum Aktivasi Rekening Bank
5.115 Masih Proses Pencairan










































