Jubir Satgas : Abai Prokes Bisa Memicu Peningkatan Kasus

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Kesadaran warga metro untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) masih rendah. Pasalnya, setiap hari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 masih menemukan masyarakat yang abai terhadap kebijakan pencegahan penularan Covid-19. Padahal, penerapan prokes bisa mencegah penularan wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

Seorang warga metro kedapatan melanggar protokol kesehatan di Perbatasan Kendari – Konawe Selatan (Konda). Mereka yang terjaring razia diberikan sanksi sosial dan pembinaan

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr Algazali Amirullah mengungkapkan, setiap hari menerima laporan operasi yustisi dilapangan. Hasilnya ditemukan sekira 50 – 100 pelanggar prokes. Pelanggar didominasi masyarakat yang tidak menggunakan masker saat berada ditempat keramaian.

Jika masyarakat tidak peduli dengan prokes lanjutnya, berpotensi memicu peningkatan kasus yang cukup tinggi di Kota Kendari. “Kalau kita tidak segera menyadari (pentingnya prokes), mungkin beberapa waktu kedepan bisa terjadi peningkatan yang luar biasa,” ungkap dr.Algazali, kemarin.

Kurangnya kesadaran warga pasca lebaran tahun ini mengakibatkan peningkatan jumlah kasus yang cukup signifikan di Kota Kendari, yang mana hingga kemarin pukul 15.30 wita jumlah kasus pasien dalam perwatan menjadi 46 dari yang sebelumnya hanya tersisa 4 pasien (data per 2 Juni 2021).

Oleh karena itu, Algazali mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 5M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Terpisah, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku prihatin atas kenaikan jumlah kasus yang terjadi. Menurunya peningkatan disebabkan karena masih ada beberapa masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan, terutama penggunaan masker saat beraktifitas diluar rumah atau berada ditempat keramaian.

“Masih ada beberapa masyarakat yang tidak memakai masker. Bahkan saya saksikan diluar ruangan masih ada yang tidak pakai masker. Padahal resiko penularannya itu sangat tinggi. Karena wabah ini masih ada disekitar kita dan kita tidak tahu kapan akan berakhir,” kata Sulkarnain Kadir.

Ia mengaku telah menginstruksikan Satgas Percepatan dan Panganan Covid-19 untuk lebih mengetatkan pengawasan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penularan Covid-19.

“Satgas sudah bekerja siang dan malam. Saya minta mereka untuk mengawasi masyatakat agat tetap berdisiplin terjadap protokol kesehatan. Ini komitmen kita bersama. Saya juga sudah instruksikan untuk memberi sanksi yang tegas bagi para pelanggar prokes,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)

Tinggalkan Balasan