Pendaftaran SMAN-SMKN Dibuka Mulai 21 Juni Hingga 3 Juli

KENDARIPOS.CO.ID — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021/2022 tingkat SMA dan SMK akan segera dibuka. Menghadapi tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra telah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) yang menjadi acuan setiap sekolah. Tidak hanya tentang sistem perekrutan, namun juga penerapan protokol kesehatan (Prokes). Apalagi pandemi covid-19 di wilayah Sultra belum berakhir.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio mengatakan pemerintah berupaya menyelenggarakan kegiatan PPDB jenjang SMA dan SMK tahun ajaran 2021/2022 agar berjalan secara objektif, transparan, akutabel dan tidak diskriminatif. Melalui semangat tersebut maka Dikbud Sultra telah menyusun sebuah Juknis sebagai petunjuk dasar dan lebih terinci terkait pelaksanaan PPDB. Juknisnya diatur melalui SK Kepala Dinas Dikbud nomor 298 tahun 2021.

“Kami ingin memberikan layanan pendidikan yang bermutu kepada setiap Warga Negara Indonesia (WNI) khususnya di Sultra. Ini juga sekaligus sebagai wujud dari amanah UU omor 23 tahun 2014 tentang manajemen pengelolaan SMA, SMK, dan PK-PLK telah menjadi kewenangan provinsi,” kata Lulusan S3 The Australian National University Canberra ini kemarin

Penerimaan PPDB kata dia menggunakan dua sistem, yakni online atau daring dan offline atau secara luring. Dalam sistem secara online, disediakan seleksi PPDB dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga calon peserta didik baru bisa mendaftar dan mematau proses seleksinya secara langsung melalui akses internet. Sedangkan sistem offline disediakan khusus untuk seleksi PPDB yang masih kesulitan atau di luar jaringan internet.

“Juknis ini untuk mengatur pelaksanaan peneriman PPDB dengan harapan pelaksanannya bisa berjalan lancar dan sukses, khususnya bagi para pelenggara satuan pendidikan. Untuk waktu pendaftaran bakal dibuka mulai 21 Juni hingga 3 Juli 2021 dan bisa diakses melalui link pendaftaran hhtps://ppdb-sultra.cerdas.click,” jelasnya.

Sekolah di Sultra yang bakal melaksanakan PPDB kata dia, cukup banyak. Untuk SMAN sebanyak 241 sekolah dan 102 SMKN, sebanyak 102 sekolah. Dalam penyelenggaraan PPDB tahun pelajaran 2021/2022, calon peserta didik yang mendaftar pada satuan pendidikan SMAN dan SMKN tidak dipungut biaya.

“Jadi SMAN dan SMKN pelenggara PPDB tahun ini tidak boleh melakukan pungutan dan atau sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB maupun perpindahan peserta didik. Serta tidak melakukan pungutan untuk membeli seragam atau buku tertentu yang dikaitkan dengan PPDB,” tegasnya.

Untuk prosedur PPDB SMA/SMK dilakukan melalui jalur zonasi yakni penerimaan peserta didik baru yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan Pemda. Sistem zonasi ini berdasarkan alamat pada Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat satu tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

“Bila calon peserta didik tidak memiliki KK karena keadaan terentu, seperti bencana alam atau bencana sosial maka bisa diganti dengan surat keterangan domisili. Sekolah memprioritaskan peserta didik yang memiliki KK atau surat keterangan domisili dalam satu wilayah yang sama dengan sekolah asal,” jelasnya.

Ia pun berharap, melalui berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Sultra termasuk hadirnya juknis Dinas Pendidikan, bisa menjadi landasan dasar dalam pelaksanaan PPDB. “Sehingga semangat untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu di Sultra,” pungkasnya. (c/rah)

Tinggalkan Balasan