Proyek Lanjutan RS Jantung Mulai Dikerja, Tahap II Kontrak Rp 315 Miliar

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Pengerjaan proyek RS Jantung dan Pembuluh Darah tahap II akhirnya bisa dimulai. Hasil review Rencana Anggaran Biaya (RAB) telah mendapat “lampu hijau” dari Inspektorat. Dengan persetujuan ini, rekanan pemenang tender kini bisa memulai pengerjaan di lapangan. Kepala Dinas Ciptakan Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Pahri Yamsul mengungkapkan review RAB-nya sudah dirampungkan. Hasilnya, estimasi atau perkiraan kebutuhan material tidak menemui kejanggalan. Atas dasar itu, pihaknya melanjutkan ke tahap penandatangan kontrak tanggal 29 Maret lalu.

“Alhamdulillah, pengerjaannya RS Jantung dan Pembuluh Darah tahap II sudah bisa dimulai. Beberapa hari lalu, tandatangan kontrak sudah bisa dilakukan. Kini, pengerjaan di lapangan sudah bisa dimulai, “beber Pahri Yamsul saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (31/3).
Saat ini kata Ketua Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Sultra ini, pihak pemenang tender yakni PT. Citra Prasasti Konsorindo (Cipako), telah mendistribusikan peralatannya dari Makassar. Bahkan sejumlah peralatan sudah tiba di lokasi proyek.

Sesuai kontrak, pengerjaan proyek ini berlangsung selama 18 bulan. Jika melihat waktu pengerjaanya, sebenarnya ini sudah termasuk terlambat. Sebab ini harusnya dikerjakan pada 2020 lalu. Namun karena pandemi, pengerjaan tahap II baru dapat dilaksanakan tahun ini. “Harapan kita ini bisa segera tuntas sesuai target kita, ” ujarnya.

Proyek ini kata mantan manejer Timnas Softball ini, tak mengalami perubahan. Bangunannya setinggi 17 lantai. Untuk menuntaskan proyek ini, pemerintah mengalokasikan pagu sebesar Rp 325 miliar. Namun setelah tender, hanya Rp 315 miliar. Artinya, ada penghematan anggaran sekitar Rp 10 miliar. “Ini juga sudah direview dan dicocokkan dengan gambar, semua sudah sesuai dengan angaran yang mereka tawarkan. Jadi ini sudah di periksa secara baik. Di mana anggaran kontrak dengan perusahaan pemenang tender jauh lebih sedikit dari EO kita yakni Rp 315 miliar. Ini tentu terbuang sekian miliar dari kontrak, ” terangnya. (b/rah)

Pinjaman ke PT SMI
Konstruksi Gedung Rp 325 Miliar
Pengadaan Alat Kesehatan Rp 63 Miliar
Total Rp 388,8 Miliar

Pembangunan RS Jantung
-Rencananya 17 Lantai
-Total Anggaran Rp 396 Miliar
-Sumber Anggaran APBD 2019 dan Pinjaman
-Nomenklatur Multi Year

Tahap Volume Anggaran
Tahun 2019 Pembangunan 4 Lantai Rp 96 Miliar
2021-2022 Penuntasan Rp 388,8 Miliar

Tinggalkan Balasan