KENDARINEWS.COM— Prof. Dr. Eka Suaib, M.Si, kini menjadi satu-satunya nama yang masuk dalam bursa pemilihan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo periode 2026–2030. Hingga penutupan masa perpanjangan pendaftaran pada Jumat (22/5/2026), belum ada lagi dosen lain yang mendaftarkan diri, meski panitia telah membuka kesempatan tambahan guna memaksimalkan jumlah calon.
Ketua Panitia Pemilihan Dekan Fisip UHO, Dr. Sartono, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa masa pendaftaran awal sejatinya sudah berakhir pada 20 Mei lalu. Karena saat itu baru ada satu pendaftar, panitia memutuskan memperpanjang waktu hingga dua hari ke depan sesuai ketentuan Statuta UHO. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan, tidak ada lagi pendaftar baru yang mendaftar.
“Kami sudah menyebarkan informasi seluas-luasnya, baik lewat situs resmi, media sosial, maupun pemberitahuan langsung ke dosen yang memenuhi syarat, agar semua punya kesempatan sama. Namun sampai masa perpanjangan selesai, tetap hanya Prof. Eka yang mendaftar. Tidak akan ada perpanjangan lagi, proses kini masuk ke tahap selanjutnya,” ungkap Dr. Sartono.
Menurut aturan yang berlaku, jika jumlah pendaftar kurang dari tiga orang, tahap penyaringan tidak dilaksanakan. Prof. Eka Suaib secara otomatis ditetapkan sebagai calon dan berhak melaju ke tahap pemilihan yang akan dibahas dalam Rapat Senat Fakultas serta menunggu jadwal pemilihan resmi dari Rektor UHO.
Meski berstatus calon tunggal, Sartono menegaskan seluruh mekanisme dan prosedur administrasi tetap berjalan ketat dan sesuai regulasi. Panitia akan segera melakukan verifikasi kelengkapan dokumen sebelum nama calon diserahkan ke Senat.
Sementara itu, Prof. Dr. Eka Suaib, M.Si yang mendaftarkan diri sejak hari terakhir masa pendaftaran awal, Rabu (20/5), menyampaikan rasa syukur dan tanggung jawab besar atas kepercayaan yang sedang diembannya. Ia membawa visi besar untuk menjadikan Fisip UHO sebagai fakultas yang unggul, berdaya saing, dan bereputasi global.
Selama hampir empat tahun terakhir, Prof. Eka dikenal melanjutkan tonggak kepemimpinan almarhum dekan sebelumnya, di mana sejumlah program studi mengalami kemajuan signifikan dan kinerja fakultas bergerak di tren positif. Kini, jika nantinya terpilih secara resmi, ia memiliki sejumlah program kerja nyata untuk lima tahun ke depan.
“Fokus utama kami adalah menyiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global. Caranya dengan terus memperbarui kurikulum agar selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Kami akan jadikan masukan dari para alumni dan pengguna lulusan sebagai dasar penyempurnaan materi pembelajaran,” paparnya.
Di bidang penelitian, ia bertekad mendorong lahirnya karya ilmiah yang tidak hanya akademis, tetapi punya dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Kerja sama luas akan dibangun dengan pemerintah, swasta, lembaga sosial, maupun perguruan tinggi mitra. Dosen pun akan didorong aktif memberikan masukan kebijakan atau policy brief yang dibutuhkan pemangku kepentingan.
Begitu juga pada ranah pengabdian masyarakat, program-program ke depan akan diarahkan tepat sasaran, sesuai kebutuhan riil masyarakat dalam aspek sosial, politik, maupun kewirausahaan.
“Semua ini kami rancang demi kemajuan Fisip. Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh sivitas akademika agar cita-cita ini bisa terwujud demi melahirkan lulusan berkualitas dan fakultas yang semakin bermartabat,” pungkas Prof. Eka.










































