Mentan Amran Kunjungi Warga Terdampak Banjir Kendari, Perbaiki Tanggul Hingga Bagi Bantuan

KENDARINEWS. COM–Menindaklanjuti perintah langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Kota Kendari, Selasa (12/5/2026), guna melihat langusng dampak banjir yang meluas akibat luapan Sungai Wanggu.

Ia membawa solusi nyata, bantuan sosial, serta memastikan perbaikan infrastruktur dilakukan tanpa birokrasi berbelit.

Kedatangan Mentan Andi Amran disambut Wakil Gubernur Sultra Hugua, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat daerah. Ia meninjau dua titik utama: kawasan persawahan Amohalo di Kelurahan Baruga yang terendam, dan kawasan permukiman bantaran Kali Wanggu yang masih dipenuhi lumpur dan genangan air.

Fokus utama penanganan adalah perbaikan tanggul jebol di aliran Kali Wanggu sebagai sumber utama banjir. Mentan mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengerjakan perbaikan secepatnya.

“Ini harus dibereskan sumber masalahnya. Semua tanggul dibangun. Kami sudah telepon Dirjen PU yang bertanggung jawab. Dananya siap, alatnya sudah siap. Kami targetkan selesai 1 sampai 2 minggu, agar kejadian ini tidak terulang saat hujan turun lagi,” tegasnya.

Di sektor pertanian, dari total 337 hektare lahan di Amohalo, tercatat 151 hektare terendam akibat jebolnya tanggul irigasi. Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS), pemerintah menargetkan perbaikan saluran irigasi rampung dalam satu minggu ke depan agar petani segera kembali berproduksi.

Pemerintah pusat menyalurkan berbagai bantuan untuk memulihkan ekonomi warga dan pertanian: – Bantuan tunai Rp500 juta untuk warga terdampak banjir di seputar Wanggu.- Benih padi gratis untuk lahan seluas 2.000 hektare di tiga kabupaten/kota terdampak.- Alat pertanian: 20 unit hand traktor dan 5 unit combine harvester.- Fasilitas pengering gabah (dryer) dari Perum Bulog untuk menyelamatkan hasil panen.- Bantuan sosial: 30 ton bahan pangan pokok dan 1.500 liter minyak goreng.

“Kami turun langsung, dan pagi ini kami membawa solusi, bukan membawa narasi semata. Perintah Bapak Presiden jelas.Dahulukan penyelamatan dan bantuan pangan. Karena makan tidak bisa ditunda,” ujar Mentan tegas.

Mentan Andi Amran juga meminta Pemerintah Kota Kendari mempertimbangkan perpanjangan status tanggap darurat bencana jika kondisi banjir masih berlangsung beberapa hari ke depan. Langkah ini penting agar penyaluran bantuan dan penanganan dampak bencana tetap berjalan lancar dan maksimal. Kehadiran pemerintah pusat ini menjadi angin segar bagi warga Kendari, sekaligus bukti keseriusan negara dalam merespons bencana demi memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secepat mungkin.(lis)

Tinggalkan Balasan