Waspada! BMKG Peringatkan Hujan Lebat Bakal Guyur Sultra Selama Sepekan

KENDARINEWS.COM–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Hingga sore hari, sejumlah wilayah di Sultra masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, Minggu (10/5).

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie mengatakan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional dan lokal yang masih cukup aktif di wilayah Sultra.

“Update dinamika atmosfer menunjukkan adanya pengaruh faktor regional seperti aktifnya gelombang ekuatorial Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby, ditambah anomali suhu permukaan laut di perairan Sultra. Selain itu, faktor lokal berupa indeks labilitas atmosfer yang masih kuat serta kelembapan udara yang cukup tinggi turut mendukung pembentukan awan hujan secara masif,” ujarnya.

Menurut Faizal, kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan dengan potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Sultra.

Wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat antara lain Kabupaten Konawe, Muna, Buton, Konawe Selatan, Konawe Utara, Buton Utara, Konawe Kepulauan, Muna Barat, Buton Tengah, serta Kota Kendari dan Kota Baubau. Potensi cuaca serupa juga diperkirakan dapat meluas ke sejumlah wilayah lain seperti Bombana, Wakatobi, Kolaka Timur, dan Buton Selatan.

BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan genangan air, khususnya di daerah rawan bencana.

Sementara itu, Forecaster on Duty BMKG Kendari, Rizki Matori menyampaikan, berdasarkan monitoring hari tanpa hujan per 10 Mei 2026, sebagian besar wilayah Sultra masih mengalami curah hujan dengan kategori sangat pendek atau hanya satu hingga lima hari tanpa hujan.

“Wilayah yang mengalami hari tanpa hujan kategori sangat pendek di antaranya Kecamatan Bungi, Kabaena Barat, Wolowa, Batauga, Siompu, Mawasangka, Ranteangin, dan Kabawo,” katanya.

Rizki menjelaskan, analisis curah hujan dasarian awal Mei 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Sultra mengalami curah hujan kategori rendah hingga sangat tinggi. Curah hujan sangat tinggi tercatat di sebagian wilayah Buton Utara, Muna, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, dan Kota Kendari.

Ia menambahkan, pada pertengahan Mei 2026 sebagian besar wilayah Sultra diprediksi masih berpeluang mengalami curah hujan kategori menengah. Namun, memasuki akhir Mei hingga pertengahan Juni 2026 diperkirakan akan terjadi penurunan curah hujan, terutama di wilayah selatan Sultra seperti Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, dan Konawe Selatan.

“Mulai pertengahan Juni 2026, curah hujan diprediksi terus menurun dan masuk kategori rendah, terutama di wilayah selatan Sulawesi Tenggara. Kondisi ini mengindikasikan mulai berkurangnya aktivitas hujan seiring peralihan menuju musim kemarau,” jelasnya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(abd)

Tinggalkan Balasan