KENDARINEWS.COM–Sebanyak sebelas siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (9/5).
Para siswa tersebut sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Watubangga setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan beberapa saat usai makan.
Kepala Puskesmas Watubangga, Mung Rahadi, membenarkan adanya belasan siswa yang menjalani observasi medis di fasilitas kesehatan tersebut.
“Benar, ada sebelas siswa yang kami observasi, terdiri dari lima siswa laki-laki dan enam siswa perempuan. Mereka mulai masuk sekitar pukul 10.00 Wita,” kata Mung Rahadi saat dikonfirmasi via telepon.
Ia menjelaskan, para siswa datang dengan gejala yang hampir serupa, di antaranya mual, sakit perut, tubuh lemas, hingga muntah.
“Gejala yang dialami rata-rata sama. Ada yang mengeluh mual dan sakit perut, sebagian juga muntah serta terlihat lemas,” ujarnya.
Meski demikian, pihak puskesmas belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi para siswa, namun hasil pemeriksaan laboratorium masih menunggu proses lebih lanjut.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya karena masih tahap observasi. Sampel makanan sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut dan kondisi para siswa terus kami pantau,” tambahnya.
Salah seorang orang tua siswa, Anto, mengaku anaknya juga sempat menjalani perawatan medis akibat kejadian tersebut sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
“Anak saya tadi sempat diinfus karena mengeluh sakit perut dan mual setelah makan. Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan sekitar pukul 17.00 Wita sudah diperbolehkan pulang,” katanya.
Menurut Anto, anak-anak sebelumnya sempat mencurigai kondisi salah satu menu makanan yang disajikan. Daging ayam yang dikonsumsi disebut memiliki aroma tidak biasa.
“Anak-anak bilang ayamnya agak bau. Menunya tadi ada ayam goreng, anggur, dan tumis pepaya,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum memberikan keterangan resmi meski telah diupayakan konfirmasi oleh awak media.(abd)










































