Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra Gelar Pasar Tani

KENDARINEWS. COM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah melalui program konkret yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satu strategi yang dijalankan adalah pelaksanaan Pasar Tani oleh Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memotong rantai distribusi pangan yang selama ini dinilai terlalu panjang, sehingga harga komoditas di tingkat konsumen dapat ditekan. Dengan mempertemukan langsung petani dan masyarakat, harga jual diharapkan lebih terjangkau sekaligus memberikan keuntungan yang lebih adil bagi petani.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, menjelaskan bahwa program Pasar Tani merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas hortikultura yang rentan mengalami fluktuasi harga seperti cabai, bawang, dan tomat.

Menurutnya, hingga saat ini kegiatan Pasar Tani telah dilaksanakan dua kali di Kota Kendari. Ke depan, pelaksanaannya akan diperluas ke berbagai kabupaten dan kota dengan mempertimbangkan tren inflasi di masing-masing wilayah.

“Jika ada daerah yang mengalami kenaikan inflasi, maka kegiatan Pasar Tani akan kita dorong ke wilayah tersebut sebagai bentuk intervensi langsung,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Pasar Tani melibatkan sejumlah kelompok tani binaan yang berasal dari Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan. Beragam komoditas disediakan, mulai dari cabai, bawang, tomat, terong, buncis, kacang panjang, hingga aneka buah-buahan.

“Khusus untuk buah-buahan, sebagian besar pasokan berasal dari Balai Benih Hortikultura, termasuk pepaya California yang baru saja kita panen dalam jumlah cukup besar. Produk-produk tersebut dijual langsung kepada masyarakat di lokasi kegiatan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Di sisi lain, Disbunhorti memastikan bahwa kondisi produksi pertanian pada semester awal tahun ini masih relatif stabil dan belum mengalami gangguan berarti. Hal ini menjadi modal optimisme pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga pangan.

“Kami optimistis inflasi di Sultra masih dapat dikendalikan dengan baik, apalagi didukung produksi yang stabil,” tambahnya.

Dia menambahkan, tak hanya digelar secara rutin di berbagai titik strategis, Pasar Tani juga direncanakan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada momentum tersebut, pemerintah akan menghadirkan kegiatan serupa dengan skala lebih besar dan melibatkan lebih banyak petani lokal.

“Melalui program ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui akses pasar yang lebih luas dan langsung,” pungkasnya. (jib)

Tinggalkan Balasan