Tragedi Miras Oplosan di Subang, Polisi dan Pemkab Bergerak Tanpa Kompromi

KendariNews.com – Pascatragedi tewasnya sembilan warga akibat menenggak minuman keras oplosan, aparat kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Subang bergerak cepat. Razia besar-besaran terhadap peredaran miras ilegal digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polres Subang, Rabu (11/2/2026) malam.

Operasi yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut melibatkan satuan fungsi Polres Subang dan seluruh Polsek jajaran. Sasaran utama adalah lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran dan penjualan miras ilegal, baik oplosan maupun bercukai yang disalahgunakan.

Hasilnya, sebanyak 459 botol minuman keras berbagai merek berhasil diamankan. Dari jumlah tersebut, Polres Subang menyita 98 botol. Sementara Polsek Patokbeusi mencatat penyitaan tertinggi dengan 140 botol, disusul Polsek Pagaden sebanyak 70 botol. Polsek Pamanukan, Cipeundeuy, Purwadadi, dan jajaran lainnya juga turut mengungkap peredaran miras di wilayah masing-masing.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menegaskan razia ini merupakan langkah tegas untuk menekan penyakit masyarakat sekaligus mencegah potensi tindak kriminal yang kerap dipicu konsumsi miras.

“Razia ini akan terus kami laksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Subang. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari peredaran minuman keras ilegal,” tegas Dony, Kamis (12/2/2026).

Sementara itu, Bupati Subang Reynaldy Putra menginstruksikan Satpol PP melakukan penyisiran total terhadap pedagang miras dan obat-obatan ilegal tanpa kompromi. Ia menegaskan tidak ingin tragedi serupa kembali terulang.

“Saya menginstruksikan Satpol PP untuk melakukan penyisiran menyeluruh terhadap penjual miras dan obat-obatan ilegal di seluruh wilayah Kabupaten Subang. Mulai besok semua wilayah disisir, sikat habis jangan ada kompromi,” ujarnya. dikutip dari compas.com

Pemerintah daerah memastikan pengawasan akan diperketat dalam beberapa waktu ke depan. Tragedi yang merenggut sembilan nyawa itu menjadi peringatan keras atas bahaya miras oplosan yang kerap memakan korban jiwa. (Ris)

Tinggalkan Balasan