KENDARINEWS.COM ā Di tengah sorotan publik terhadap industri pertambangan nikel di Morowali, PT Vale Indonesia Tbk (anggota holding Industri Pertambangan Indonesia/MIND ID) menegaskan komitmennya pada praktik pertambangan bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali. Kegiatan berlangsung di Aula Hotel Metro, Bungku Tengah, pada Selasa (03/02/2026).
Keterlibatan perusahaan dalam agenda peningkatan kapasitas wartawan ini menjadi bentuk perwujudan bahwa keberlanjutan industri tidak hanya bergantung pada kepatuhan teknis dan operasional, tetapi juga pada kualitas ekosistem informasi publik yang mendukungnya. Melalui UKW, PT Vale berperan dalam memperkuat narasi berbasis fakta terkait good mining practices serta mendorong profesionalisme jurnalisme di wilayah operasionalnya.
Dalam sesi paparan, PT Vale menguraikan secara komprehensif berbagai program Environmental, Social, and Governance (ESG) yang telah dijalankan di Kabupaten Morowali. Materi tersebut mencakup pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola perusahaan transparan, yang kemudian digunakan sebagai referensi bagi peserta UKW pada 4 Februari 2026 dalam mengolah informasi secara kritis dan berimbang.
Strategic Partnership for Community Development Officer PT Vale IGP Morowali, Fajrul Hidayat, mengungkapkan bahwa sejak 2015 hingga Kuartal IV 2025, perusahaan telah mengalokasikan investasi sosial sekitar Rp70 miliar yang menjangkau 17 desa di Kecamatan Bungku Timur dan Bahodopi.
“Program sosial dirancang secara terarah dan kolaboratif berdasarkan social baseline study, agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program tersebut meliputi pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat lokal sebagai bagian dari komitmen jangka panjang.
Di sisi lingkungan, Environment Engineer PT Vale IGP Morowali, Anwar Rosyid, menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.
“Kami memastikan seluruh tahapan operasional dijalankan dengan kepatuhan perizinan, pemantauan berkelanjutan, dan pengelolaan dampak yang terukur untuk menjaga kelestarian ekosistem,” jelasnya.
Upaya tersebut mencakup pengelolaan air limpasan tambang, pemantauan kualitas air dan udara, pengelolaan limbah, serta reklamasi dan revegetasi pascatambang.
Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia, Suwarny Dammar, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam UKW bukan sekadar dukungan seremonial, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem informasi yang profesional dan kredibel.
“Di tengah arus informasi digital dan narasi negatif tentang industri nikel, peran wartawan menjadi sangat strategis sebagai penjaga akurasi dan keseimbangan informasi,” katanya.
Ia menambahkan, “Kritik itu penting, tetapi harus berbasis data dan fakta yang utuh. Kehadiran kami di sini merupakan wujud komitmen terhadap keterbukaan informasi dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.”
Ketua PWI Kabupaten Morowali, Mahmud Mattangara, mengapresiasi dukungan PT Vale. Dari lebih dari 20 pendaftar, sekitar 15 wartawan mengikuti proses uji kompetensi.
“Ini menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas SDM pers di Morowali. Dukungan seperti ini sangat membantu kami menyiapkan wartawan yang lebih profesional,” ujarnya.
Kepada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Morowali, Badiuz Zaman, yang mewakili Bupati Morowali, menegaskan bahwa UKW menjadi ruang kolaborasi strategis antara perusahaan, media, dan pemerintah.
“Presentasi PT Vale hari ini menjadi contoh bagaimana informasi komprehensif dapat menjadi penyeimbang atas berbagai pemberitaan negatif yang kerap muncul,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam UKW PWI Morowali, PT Vale Indonesia menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada kinerja produksi, tetapi juga pada pembangunan kepercayaan publik melalui komunikasi terbuka, akurat, dan berbasis fakta. Sinergi antara berbagai pihak diharapkan dapat melahirkan narasi keberlanjutan yang lebih kuat dan sesuai dengan realitas lapangan.








































