KENDARINEWS.COM- – Kota Kendari semakin mendekati target Zero Stunting setelah tidak ditemukan kasus stunting baru. Data tersebut diperoleh dari Electronic Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) yang dilakukan secara terpadu oleh tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kendari, Jahuddin, menegaskan penanganan stunting di daerah ini terus mengalami perbaikan. “Berdasarkan data EPPBGM yang real dan dapat dikontrol secara by name by address, tidak ditemukan kasus stunting baru hingga saat ini,” ujarnya pekan lalu.
Pemerintah daerah menjalankan tiga program utama, yaitu peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana (KB) yang diukur melalui Total Fertility Rate (TFR), serta peningkatan kualitas keluarga melalui pembinaan dan edukasi termasuk pencegahan menikah muda. Menurutnya, empat faktor risiko utama stunting adalah kehamilan di usia terlalu muda atau tua, jarak kelahiran rapat, dan jumlah anak terlalu banyak.
Ada dua sumber data stunting: EPPBGM mencatat angka di bawah 2 persen, sedangkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan sekitar 20 persen akibat perbedaan metode pengumpulan. “Kita jadikan hasil SSGI sebagai motivasi untuk memperkuat intervensi lintas sektor,” ucapnya.
Jahuddin menegaskan target Zero Stunting sangat mungkin tercapai mengingat jumlah kasus yang ada saat ini tergolong sangat kecil. “Kalau mengacu pada EPPBGM, target nol itu sangat logis karena jumlahnya memang sangat sedikit,” pungkasnya. (lis)









































