KENDARINEWS.COM — Anggota Fraksi PAN DPR RI, Ahmad Rizki Sadig, menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menggelar sosialisasi literasi mitigasi dan tanggap bencana bagi masyarakat Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga terhadap potensi risiko bencana sekaligus membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh warga dari berbagai elemen masyarakat yang tampak antusias mengikuti pemaparan materi serta diskusi interaktif bersama para narasumber. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenis-jenis bencana, langkah mitigasi, hingga tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Ahmad Rizki Sadig menegaskan pentingnya literasi kebencanaan, mengingat Kabupaten Blitar merupakan wilayah dengan potensi bencana yang cukup beragam. Ia menyebutkan sejumlah wilayah rawan longsor, terutama di daerah perbukitan selatan dan timur seperti Kecamatan Doko, Wlingi, dan Gandusari, khususnya saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
“Selain tanah longsor, ancaman banjir dan angin kencang juga kerap terjadi di beberapa wilayah. Bahkan kawasan pesisir selatan Blitar memiliki potensi banjir rob dan tsunami yang perlu diantisipasi sejak dini melalui edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Rizki, dikutip dari jpnn.com.
Ia berharap, selain memahami mitigasi bencana, masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut juga dapat berperan aktif sebagai relawan kebencanaan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana, terutama pada fase awal sebelum bantuan berskala besar tiba di lokasi terdampak.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menilai kolaborasi antara wakil rakyat dan BPBD merupakan langkah strategis dalam membangun ketangguhan daerah. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing akan membuat masyarakat lebih sigap dan tidak panik saat menghadapi kondisi darurat.
“Masyarakat perlu dibekali pengetahuan agar mampu melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar ketika bencana terjadi,” tuturnya, dikutip dari jpnn.com.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat Blitar terhadap bencana semakin meningkat, sehingga mampu meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.








































