KENDARINEWS.COM — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengungkapkan bahwa sejumlah warga binaan di sebuah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Kabupaten Aceh Tamiang terpaksa dikeluarkan setelah banjir di wilayah tersebut mencapai ketinggian atap bangunan. Kondisi ekstrem itu membuat petugas tidak memiliki pilihan lain selain mengevakuasi seluruh penghuni lapas demi menyelamatkan nyawa mereka.
Agus menyampaikan hal ini usai melepas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, di Kantor Kemenimipas, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
“Ada satu lapas di Tamiang yang karena (banjirnya) sudah sampai di atap. Ini terpaksa warga binaan yang ada di sana harus dikeluarkan dengan alasan kemanusiaan,” ujar Agus, dikutip dari Kompas.com , Sabtu (6/12/2025).
Hingga kini, kata Agus, keberadaan para warga binaan tersebut belum sepenuhnya dapat dipastikan. Situasi lapangan masih tidak kondusif dan pendataan menyeluruh belum memungkinkan.
“Mudah-mudahan nanti setelah semuanya reda, kita akan bisa inventarisasi kembali. Namun alasannya murni kemanusiaan. Kalau tidak dilepas dan banjir sampai ke atap, kami yang salah,” tegasnya.
Untuk itu, jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan diperintahkan untuk menangani situasi darurat ini, sementara Ditjen Imigrasi dikerahkan untuk mendata kondisi unit pelaksana teknis (UPT) yang terdampak banjir.
“Nanti dari hasil revitalisasi akan kita ketahui kerusakan apa saja yang ditemukan dan permasalahan yang terjadi. Dampaknya akan kita tanggulangi bersama,” kata Agus, dikutip dari Kompas.com.
20 Ton Beras hingga Ribuan Susu dan Popok Dikirim untuk Korban Banjir
Pada hari yang sama, Kemenimipas mengirimkan bantuan besar-besaran untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan dikirim menggunakan armada TNI Angkatan Laut, mengingat sebagian logistik memiliki bobot berat sehingga tidak ideal dikirim melalui udara.
Total bantuan yang diberangkatkan meliputi:
- 20 ton beras,
- 1.500 pasang pakaian dalam wanita,
- 3.120 pembalut wanita,
- 3.152 popok bayi,
- 9.200 kaleng susu,
- 2.660 kaleng sarden,
- 2.000 dus mi instan,
- 2.000 kaleng biskuit.
Agus menyebut bantuan tersebut sebagai wujud solidaritas Kemenimipas terhadap masyarakat yang terdampak banjir besar di wilayah utara Sumatera.
“Kami turut prihatin dan memiliki kewajiban sosial untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang mungkin hingga saat ini masih ada yang belum mendapatkan bantuan,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kemenimipas yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi.
Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir masih menyisakan dampak signifikan, termasuk kerusakan fasilitas publik dan terputusnya akses di beberapa titik. Pemerintah pusat berkomitmen untuk melanjutkan upaya tanggap darurat sekaligus pemulihan pascabencana.








































