KENDARINEWS.– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, sepakat memperkuat kolaborasi ekonomi melalui Misi Dagang dan Investasi yang berlangsung di Hotel Claro Kendari, Rabu (19/11/2025). Kegiatan ini mencatatkan transaksi sebesar Rp834,5 miliar serta membuka peluang kerja sama baru di sektor perdagangan, industri, pertanian, perikanan, dan perbankan.
Misi Dagang dan Investasi ini bertujuan meningkatkan konektivitas dan memperluas peluang investasi, dihadiri oleh pelaku usaha, OPD, BUMD, dan Kadin dari kedua provinsi.
Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani. “Paling pokok setelah kegiatan ini adalah tindak lanjut. Saya harap rekan-rekan OPD maupun pelaku usaha segera menindaklanjuti hasil MoU,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kunjungan Gubernur Jatim menjadi momentum positif bagi percepatan kerja sama kedua daerah, sejalan dengan misi pembangunan Sultra 2025 yang menekankan konektivitas ekonomi dan penguatan sektor-sektor utama.
Pada hari pertama, transaksi mencapai Rp800 juta, menunjukkan dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Sultra yang stabil, dengan angka 5,9% pada Triwulan III 2025 dan pertumbuhan tertinggi pada industri pengolahan sebesar 18,9%, menandakan peluang besar bagi investasi sektor industri dan ekspor.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa setiap misi dagang Jatim dilengkapi dengan Joint Evaluation and Supervision System (JESS) untuk memonitor tindak lanjut transaksi. Ia mencontohkan keberhasilan misi dagang Jatim di Singapura yang mencatat transaksi Rp4,16 triliun. Dalam kegiatan ini, Bank Jatim dan Bank Sultra juga melakukan penandatanganan kerja sama melalui registrasi OJK. “Harapannya, kita tumbuh bersama, berkembang bersama, dan maju bersama,” ujarnya.
Hingga pukul 13.30, nilai transaksi misi dagang Sultra-Jatim mencapai Rp834,5 miliar, dengan penjualan Jatim sebesar Rp654,2 miliar dan pembelian sebesar Rp180,26 miliar.
Gubernur Andi Sumangerukka mengungkapkan bahwa Bank Jatim dipilih karena murni kerja sama tanpa akuisisi, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas permodalan dan mendorong kemajuan industri kreatif serta sektor ekonomi lainnya.
Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang, menilai kegiatan ini luar biasa karena mempertemukan potensi besar kedua provinsi dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp1 triliun dan berpotensi terus bertambah.
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menambahkan bahwa misi dagang ini merupakan agenda rutin untuk mendorong perdagangan antar provinsi, termasuk potensi besar Sultra di sektor pertambangan, terutama aspal. “Kita tadi sudah diskusi bagaimana hilirisasi aspal bisa dimassifkan dan digunakan di seluruh Indonesia,” imbuhnya.










































