KENDARINERWS. COM—Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir tidak selalu dilakukan melalui sosialisasi atau kampanye semata. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Tenggara memilih memberikan contoh langsung melalui pembangunan rumah sehat dan jamban layak guna di Desa Bokori, Kabupaten Konawe.
Program tersebut diwujudkan melalui peresmian Rumah Sehat Layak Huni Binaan PKK dan pembangunan Jamban Sehat yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Sultra, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan lingkungan yang sehat.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada pasangan suami istri, Syaifullah Aresky (30) dan Destri Amalia (26), yang terpilih sebagai penerima manfaat setelah melalui proses survei kelayakan.
Dalam sambutannya, Arinta mengajak masyarakat menjadikan rumah tersebut sebagai contoh hunian yang memenuhi standar kesehatan. Menurutnya, rumah sehat tidak harus mewah, tetapi harus mampu memberikan kenyamanan dan mendukung kesehatan seluruh anggota keluarga.
“Setelah ini ibu-ibu bisa melihat langsung bagaimana rumah layak huni yang sehat sesuai standar kesehatan. Kalau ada rezeki, sedikit demi sedikit ditabung supaya rumah menjadi lebih sehat dan sanitasinya lebih baik. Karena rumah yang sehat akan melahirkan keluarga yang sehat pula,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, bahwa Hunian itu dilengkapi ruang tamu, kamar tidur, ruang makan, ventilasi yang memadai, serta fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan. Tak hanya itu, pekarangan rumah juga dimanfaatkan untuk tanaman produktif seperti cabai, tomat, kangkung, dan daun bawang sebagai contoh pemanfaatan lahan rumah tangga untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga.
Saat meninjau rumah penerima bantuan, Arinta menegaskan bahwa konsep rumah sehat sejatinya sederhana.
“Rumah sehat itu tidak rumit. Yang penting ada kamar mandi, ventilasi yang baik, ruang tidur, ruang makan, dapur, dan lingkungan yang bersih. Dengan begitu keluarga bisa hidup lebih nyaman dan sehat,” katanya.
Dia menjelaskan, selain menghadirkan rumah percontohan, TP PKK Sultra juga membangun program Jamban Sehat bagi masyarakat sekitar. Dari target 10 unit, sebanyak empat unit telah rampung dan siap digunakan, sementara enam unit lainnya akan diselesaikan secara bertahap.
Menurutnya, program tersebut berangkat dari keprihatinannya setelah melihat masih rendahnya kesadaran sanitasi masyarakat pesisir saat berkunjung ke kawasan Bokori.
“Sulawesi Tenggara memiliki laut yang sangat indah. Namun ketika masih banyak rumah yang jambannya seadanya, tentu itu mengurangi kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan. Dari situlah muncul keinginan untuk membantu masyarakat memiliki jamban sehat,” ungkapnya.
Dia menilai persoalan sanitasi tidak selalu disebabkan keterbatasan ekonomi. Dalam sejumlah kasus, kebiasaan yang telah berlangsung lama membuat keberadaan jamban sehat belum dianggap sebagai kebutuhan utama. Karena itu, PKK memilih menghadirkan contoh nyata yang dapat dilihat dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Harapan saya, ketika masyarakat sudah merasakan nyaman menggunakan jamban sehat, tetangga di sekitarnya akan terinspirasi dan termotivasi membangun fasilitas yang sama secara swadaya,” katanya.
Dia menambahkan, Kriteria penerima bantuan sendiri diprioritaskan bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan dan belum memiliki kemampuan finansial untuk membangun fasilitas sanitasi yang layak.
Lebih jauh, Arinta mengungkapkan bahwa program di Desa Bokori merupakan tahap awal dari rencana besar TP PKK Sultra. Rumah sehat yang dibangun saat ini akan menjadi model atau percontohan untuk diterapkan di daerah lain setelah dilakukan perhitungan kebutuhan anggaran dan penyempurnaan desain.
“Insyaallah ini menjadi percontohan. Ke depan saya ingin ada satu rumah binaan PKK seperti ini di setiap kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Kami ingin keberadaan PKK benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan keluarga penerima manfaat dan warga sekitar, kegiatan peresmian juga dirangkaikan dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat Desa Bokori.
Melalui program ini, TP PKK Sultra tidak hanya membangun rumah dan jamban, tetapi juga berupaya membangun kesadaran baru bahwa lingkungan yang bersih, sanitasi yang layak, dan rumah yang sehat merupakan fondasi penting untuk menciptakan keluarga yang sehat, produktif, dan melahirkan generasi yang lebih baik di masa depan. (jib)










































