KENDARINEWS.COM–Jumlah kendaraan yang memasuki Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terus mengalami peningkatan selama arus balik Lebaran 2025. Data yang dihimpun dari berbagai titik pemantauan menunjukkan pergerakan kendaraan dan penumpang yang cukup signifikan meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sultra, Husni Mubarak, menyampaikan bahwa berdasarkan data produksi pengawasan Terminal Tipe A Puuwatu, jumlah produksi penumpang dari H+1 hingga H+4 tercatat sebanyak 124 penumpang. Rinciannya, sebanyak 73 penumpang tiba di Kendari, sementara 51 penumpang berangkat.
“Angka ini mengalami penurunan sebesar 34,58% dibandingkan tahun 2024. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan tren perjalanan masyarakat dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah bus yang beroperasi dalam periode yang sama hanya sebanyak tujuh unit, terdiri dari dua bus kedatangan dan lima bus keberangkatan. “Jumlah ini juga mengalami penurunan sebesar 38,89% dari tahun sebelumnya. Namun, kami memastikan bahwa layanan transportasi tetap berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Pada H+4, jumlah produksi penumpang tetap di angka 124 orang, namun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi penurunan drastis hingga 62%. “Penurunan ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan pola perjalanan masyarakat pasca-Lebaran,” jelasnya.
Jumlah bus yang beroperasi juga menurun sebesar 61% dari tahun lalu. Rute trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang memiliki kepadatan tertinggi meliputi Kendari-Pinrang (tiga bus, satu tiba dan dua berangkat), Kendari-Toraja (dua bus, tanpa kedatangan dan dua keberangkatan), Kendari-Makassar (satu bus berangkat), serta Kendari-Jeneponto (satu bus berangkat).
“Meski terjadi penurunan jumlah kendaraan dan penumpang, kondisi cuaca cerah dan tidak terdapat kejadian menonjol selama periode arus balik,”terangnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan Data Traffic Counting dari dua titik pemantauan, yakni Moramo dan Sabilambo, mencatat bahwa jumlah kendaraan yang keluar dan masuk Kota Kendari dari H+1 hingga H+4 mencapai 35.299 unit. Dari jumlah tersebut, 16.152 kendaraan masuk ke Kendari, sementara 19.147 kendaraan keluar. Pergerakan kendaraan ini didominasi oleh kendaraan dari arah selatan (Moramo) dengan penurunan 27,2% dibandingkan LHR normal.
“Jumlah kendaraan yang keluar dari Kota Kendari sejak H-10 hingga H+4 tercatat sebanyak 73.884 unit. Dari jumlah tersebut, baru 16.152 kendaraan (21,9%) yang kembali masuk ke Kendari, sementara 78,1% sisanya atau sekitar 57.732 kendaraan belum kembali,” jelasnya.
Pada H+4, jumlah kendaraan yang masuk dan keluar Kota Kendari dari arah barat (Pos TC UPPKB Moramo) mencapai 6.570 kendaraan, terdiri dari 3.420 kendaraan masuk dan 3.150 kendaraan keluar. “Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 9,2% dari hari normal dan 42,7% dari hari sebelumnya, yang menandakan adanya pergerakan arus balik yang masih cukup tinggi,” paparnya.
Sebaliknya, pergerakan kendaraan dari arah selatan (Pos TC UPPKB Sabilambo) pada H+4 justru mengalami penurunan sebesar 59,8% dibandingkan hari normal dan turun 36,5% dari hari sebelumnya.
“Total kendaraan yang melintas sebanyak 2.770 unit, dengan 1.724 kendaraan masuk dan 1.046 kendaraan keluar. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar kendaraan masih berada di luar kota dan belum kembali,” ungkapnya.
Selain jalur darat, arus balik Lebaran 2025 juga tercatat melalui jalur laut. Data produksi Pelabuhan Penyeberangan di Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa jumlah penumpang dari H+1 hingga H+4 mencapai 33.521 orang, terdiri dari 18.205 orang yang tiba dan 15.629 orang yang berangkat.
“Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah ini mengalami penurunan sebesar 16,02%. Namun, layanan transportasi laut tetap berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang selama periode yang sama tercatat sebanyak 12.279 unit, turun 10,81% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan roda empat dan kendaraan golongan IV ke atas mencapai 5.194 unit, turun 4,12% dibandingkan tahun 2024.
Pada H+4, jumlah penumpang mencapai 9.175 orang dengan total 88 trip kapal yang dioperasikan oleh 18 kapal. “Jumlah ini tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya. Kami tetap memantau arus penumpang agar tidak terjadi penumpukan yang berlebihan,” jelasnya.
Lintasan dengan jumlah penumpang terbanyak pada H+4 tercatat di rute Baubau-Waara dengan total 1.976 penumpang, 736 kendaraan roda dua, 141 kendaraan roda empat, dan 22 kendaraan golongan IV ke atas. Untuk lintasan komersial antarprovinsi, jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Kolaka-Bajoe dari H-10 hingga H+4 mencapai 12.422 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.688 orang tiba, sedangkan 4.734 orang berangkat.
” Pada periode H+1 hingga H+4, jumlah kedatangan penumpang mencapai 49% atau sekitar 2.334 orang, sementara selisih keberangkatan dan kedatangan mencapai 51% atau 2.400 orang,”bebernya.
Selain itu, lintasan komersial antarprovinsi Tobaku-Siwa mencatat total penumpang 7.623 orang sejak H-10 hingga H+4, dengan 3.091 orang tiba dan 4.532 orang berangkat.
“Dari hasil pantauan lapangan, lonjakan penumpang terjadi hampir di seluruh lintasan penyeberangan. Ini menandakan bahwa arus balik masih terus berlangsung dengan intensitas tinggi,meskipun secara keseluruhan jumlah kendaraan dan penumpang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran arus balik tanpa adanya kejadian menonjol selama periode ini,”pungkasnya.(rah)










































