KENDARINEWS.COM—Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Sosial melaksanakan uji coba program sarapan pagi bergizi, gratis bagi anak-anak kurang mampu yang merupakan binaan panti sosial dan juga diluar panti. Program ini dilaksanakan di UPTD panti sosial anak dan bina remaja, Dinas Sosial Sultra, Senin (11/10).

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sultra untuk mengimplementasikan program Asta Cita yang digagas oleh presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan mendukung kesehatan anak-anak serta meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, H Asrun Lio menjelaskan bahwa uji coba sarapan pagi bergizi ini merupakan langkah nyata dalam upaya mengurangi angka stunting dan memastikan anak-anak memulai hari mereka dengan gizi yang cukup. Uji coba makan gratis ini telah dilaksanakan di beberapa perangkat daerah.

“Hari ini kita melaksanakan uji coba makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh dinas sosial. Uji coba kali ini dalam bentuk sarapan pagi kepada anak-anak panti asuhan binaan dinas sosial dan juga anak-anak yang ada di luar panti asuhan seperti anak-anak tidak mampu, yang dikumpulkan oleh dinas sosial,” ungkapnya.
Sambungnya, selain dinas sosial terdapat juga beberapa OPD yang telah melaksanakan uji coba makanan gratis diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.
“Kemarin pada saat kunjungan Komisi 2, kita melaksanakan makan gratis siang hari pada siswa-siswa di SMA Negeri 4 dan yang bertanggung jawab untuk makan gratis pada siswa-siswa itu adalah dinas pendidikan dan kebudayaan,” tambahnya.
Selain itu, pelaksanaan program juga di lakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan juga turut melaksanakan program serupa, khususnya di kabupaten-kabupaten dengan angka stunting tinggi.

“Kemarin program tersebut telah dilaksanakan di Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Buton. Dengan pemberian makan bergizi, diharapkan dapat membantu memulihkan kondisi anak-anak yang terpapar stunting dan mengurangi prevalensi stunting di daerah tersebut,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sultra Haris Ranto, menjelaskan bahwa program ini akan dilakukan uji coba selama satu minggu ini dan fokus memberikan sarapan pada anak anak.
“Kami fokuskan pada anak-anak yang kurang mampu karena jarang mereka mendapat sarapan sebelum ke sekolah. Sementara sarapan itu penting untuk kegiatan proses mengajar di sekolah supaya mereka dapat menerima pelajaran dengan baik,” jelasnya.
Haris menjelaskan bahwa sarapan pagi gratis ini diberikan tidak hanya kepada anak-anak panti asuhan, tetapi juga kepada anak-anak yang tinggal di luar panti dan berasal dari keluarga kurang mampu. Dengan total anak sekitar 70 anak-anak dari SD, SMP, dan SMA ikut serta dalam program ini.
Sambungnya, makanan yang disiapkan mengandung karbohidrat, protein, dan serat yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui program ini, diharapkan anak-anak yang sebelumnya kekurangan gizi dapat lebih sehat dan siap mengikuti pendidikan, sehingga mereka memiliki masa depan yang lebih baik.
“Program ini setelah uji coba nanti kita harapkan menjadi program yang permanen pada tahun 2025,” tutupnya. (M1/kn)










































