Denda Rp 25 Juta! : Jemaah Haji Indonesia Dilarang Bawa Air Zamzam

Larangan Bawa Air Zamzam, Jemaah Haji Diingatkan Kemenag RI

KENDARINEWS.COM — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengingatkan kepada jemaah haji Indonesia untuk tidak membawa air zamzam dalam koper bagasi saat pulang ke tanah air. Hal ini sesuai dengan larangan yang diberlakukan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, yang membatasi pengangkutan air zamzam di dalam pesawat.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Subhan Cholid, menjelaskan bahwa aturan ini berlaku ketat, dengan sanksi berat bagi pelanggar.

“Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberlakukan denda sebesar 6.000 riyal atau sekitar Rp 25 juta bagi jemaah haji yang kedapatan membawa air zamzam dalam koper,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip dari kompas.com Jumat (21/6/2024).

Menurut GACA Authority Kerajaan Arab Saudi, larangan ini diperluas untuk semua ukuran dan kemasan air zamzam, yang tidak boleh dimasukkan ke dalam tas bawaan penumpang atau koper bagasi. Aturan ini juga telah disesuaikan dengan kebijakan penerbangan maskapai Garuda Indonesia.

Abdillah, Kepala Daker Bandara, menekankan pentingnya mematuhi aturan penerbangan terkait barang bawaan. “Jemaah haji hanya diperbolehkan membawa dua tas, termasuk satu tas kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, serta tas selempang kecil yang berisi paspor dan dokumen penting,” ungkapnya.

Abdillah menambahkan bahwa koper bagasi dengan berat maksimal 32 kg akan diangkut sebagai kargo pesawat. “Kami mengimbau agar jemaah tidak membawa barang bawaan melebihi ketentuan yang telah ditetapkan,” tuturnya.

Bagi jemaah yang tetap mencoba membawa air zamzam, Abdillah menegaskan bahwa pihak maskapai dan bandara akan melakukan pemeriksaan ketat. “Kami berharap tidak ada pembongkaran tas yang tidak diinginkan saat proses check-in untuk penerbangan kembali ke Indonesia,” katanya.

Kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dijadwalkan dimulai pada 21 Juni ini, dengan dua bandara tujuan utama, yakni Madinah dan Jeddah. (kn/ryl)

Tinggalkan Balasan