Rehabilitasi Rekontruksi Pasca Bencana di Sultra, BPBD Gelar Jitupasna, Libatkan 5 Elemen

KENDARINEWS.COM–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya memulihkan kondisi terdampak bencana banjir di Kota Kendari.

Rekonstruksi dan rehabilitasi kondisi bagi warga terdampak bencana bakal segera dilaksnakan, namun sebelum itu, BPBD menggelar bimbingan teknis ‘ Jitupasna’ yakni kegiatan pengkajian dan penilaian akibat analisis dampak serta perkiraan kebutuhan.

Kepala Seksi Rehabilitas Pasca Bencana BPBD Sultra Helen Dias Andhini SKM, ME mengatakan bimtek Jitupasna ini merupakan agenda tahunan BPBD sebagai bentuk kesiapan mengatasi dampak bencana.

” Hasil dari Jitupasna kali ini akan menjadi dasar penyusunan redaksi, seberapa banyak kerusakan dan kerugian fisik maupun non fisik. Selanjutnya dasar dari itu akan menjadi acuan pemerintah untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi, ” papar Helen seusai pelaksanaan Bimtek di salah atu hotel di Kendari, Rabu (27/3)

Helen mengungkapkan agar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi kondisi paska bencana di Kota Kendari dilakukan secara cepat dan tepat maka pihaknya melibatkan 5 unsur terkait.

” Ada 5 unsur terkait yang mempunyai andil besar agar pelaksanaan rekonstruksi dan rehabilitasi berlangsung cepat dan tepat. Mereka adalah unsur Pemerintah, TNI Polri, masyarakat,insan pers serta dunia usaha,” tambahnya.

Sebagai contoh kata Helen, tim Jitupasna yang terdiri dari beberapa unsur itu bekerja setelah masa tanggap darurat selesai, mereka mengunjungi dan.mendata titik titik bencana di Kampung Salo dan lainnya.

” Ada beberapa aspek pembangunan yang menjadi skala prioritas yakni perumahan dan pemukiman serta infrastruktur sosial,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi Agus Salim, S.Ap mengatakan guna mendukung aksi rehabilitasi rekonstruksi dibutuhkan ahli yang mampu mengkaji kebutuhan pasca bencana sehingga pelaksanaan nantinya berlangsung secara cepat dan tepat. Olehnya itu keterlibatan semua pihak bakal mempermudah penanganan pasca bencana.

” Ketangguhan tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi bencana, tetapi juga penanganan yang tepat dan cepat pasca bencana bakal menjadi hal utama,” tandasanya.

Sekedar informasi, sebanyak 2.255 KK yang terdampak terdiri 2.198 KK korban banjir dan 57 KK korban tanah longsor. Rinciannya, Kecamatan Kendari meliputi Kelurahan Kendari Caddi tercatat sebanyak 51 KK korban banjir dan satu KK terdampak tanah longsor dan Kelurahan Kampung Salo sebanyak 512 KK banjir. Sementara untuk Kelurahan Jati Mekar terdapat 2 KK korban tanah longsor dan Kandai 3 KK.

Selanjutnya Kecamatan Kendari Barat meliputi Sanua 6 KK korban banjir, Lahundape 199 KK, Kelurahan Sodoha 197 KK, Tipulu 26 KK, Watu-watu 133 KK, Lahundape 199 KK, Punggaloba 48 KK korban tanah longsor dan Kelurahan Kemaraya 3 KK tanah longsor.

Kemudian di Kecamatan Mandonga yang meliputi Kelurahan Korumba (225 KK korban banjir) Labibia (162 KK banjir), dan kelurahan Mandonga (5 KK banjir).

Di Kecamatan Kadia meliputi Kelurahan Kadia terdapat sebanyak 28 KK terdampak banjir, Kelurahan Bende 62 KK, Kelurahan Pondambea sebanyak 16 KK korban banjir dan Kelurahan Anaiwoi 23 rumah.

Untuk Kecamatan Wuawua, meliputi Kelurahan Anawai tercatat sebanyak 24 KK korban banjir, Wuawua 451 KK, Kelurahan Bonggoeya 52 KK, dan Kelurahan Mataiwoi 39 KK. Selanjutnya di kecamatan Puuwatu meliputi Kelurahan Lalodati 15 KK korban banjir, Watulondo 5 KK, dan Kelurahan Punggolaka 11 KK.

Kemudian di Kecamatan Baruga meliputi Kelurahan Baruga 10 KK terdampak banjir dan di Kelurahan Lepo-lepo sebanyak 48 KK. Di Kecamatan Poasia yang meliputi Kelurahan Anggoeya terdapat 10 KK korban banjir, Matabubu 1 KK, dan Kelurahan Anduonohu 2 KK.

Terakhir di Kecamatan Abeli terdapat satu kelurahan yang terdampak yakni Kelurahan Abeli sebanyak 20 KK korban banjir dan Kecamatan Nambo sebanyak dua kelurahan yakni kelurahan Tobumeita 14 KK korban banjir dan Kelurahan Bungkutoko sebanyak 13 KK.

Sebelumnya musim penghujan membuat beberapa wilayah di Kota Kendari tergenang banjir. Musibah banjir membuat aktivitas sebagian warga lumpuh.

Menanggapi itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra, gerak cepat memberikan pelayanan maksimal kepada warga terdampak.

” Sejak hari pertama banjir kami telah melakukan upaya pertolongan dan evakuasi, terhadap warga yang terkena musibah banjir,” kata H.Dedet Ilnari Yusta
Kabid penanganan kedaruratan dan logistik BPBD Sultra, kemarin.

Selain melakukan pertolongan dan evakuasi warga, BPBD juga memperbaiki dan memberikan pelayanan air bersih, kesehatan serta membuat dapur umum.

” Upaya pemulihan juga sementara berlangsung yaitu pembersihan lokasi bencana, pembenahan akses jalan, listrik. ” tambahnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap siaga untuk mengantisipasi bahaya susulan. Saat ini masyarakat tengah membutuhkan kebutuhan primer sandang pangan dan papan.

“Sebab ada beberapa rumah yg ikut terbawa banjir sehingga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra Muhammad Yusup mengimbau uluran tangan dari seluruh pihak. Ia menilai persoalan bencana adalah urusan bersama.

“Semua pihak harus terlibat, baik itu dunia usaha, swasta, pemerintah, akademisi dan media pun harus terlibat untuk bagaimana kita bisa menyelesaikan persoalan kebencaaan di Kota Kendari,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa musibah banjir yang terjadi tidak ada yang menduga karena semua terjadi akibat fenomena alam.

“Kita tidak menginginkan ini terjadi tetapi ini terjadi karena fenomena alam tidak ada yang bisa menduga oleh karena itu kita harus jaga alam biar alam jaga kita,” pungkasnya. (ani/kn)

Tinggalkan Balasan