Kejati Tahan 2 Tersangka Korupsi Proyek Jembatan di Butur

KENDARINEWS.COM–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan dua tersangka dugaan kasus korupsi proyek pembangunan Jembatan Cirauci II Desa Ronta, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur) tahun anggaran 2021.

Adalah Direktur PT Bela Anoa inisial TUS dan inisial R selaku peminjam perusahaan PT Bela Anoa atau pihak yang mendapat pekerjaan proyek Jembatan Cirauci II. Usai menjalani pemeriksaan, kedua tersangka langsung ditahan di Rutan Kendari. 

“Hari ini kita sudah tetapkan dua tersangka, satu penyedia jasa (Direktur CV Bela Anoa) dan peminjam bendera,” terang Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sultra, Ade Hermawan, Jumat (13/10). 

Ade menjelaskan, proyek pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran Rp2,1 miliar yang melekat di Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sultra. Tapi pengerjaannya tidak selesai, dan hanya mencapai 2 persen.

“Sampai dengan akhir pekerjaan tidak selesai pekerjaanya. Duitnya diambil, kerjaannya hanya 2 persen,” ujar Ade.

Dikatakan, dalam kasus ini penyidik telah memeriksa tujuh orang saksi, termasuk Kepala Dinas SDA dan Bina Marga saat itu.

“Kadisnya sedang diperiksa. Ia diperiksa sebagai saksi,” beber Ade.

Ade memastikan, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat, pihaknya akan menetapkan tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Jembatan Cirauci II.

“Kemungkinan ada tersangka baru, tunggu saja,” pungkas Ade.(ali/kn)

Tinggalkan Balasan