Pelantikan  PJ Bupati Buton dan Kolut, Gubernur : Jaga Amanah Jabatan

KENDARINEWS.COM–Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi resmi melantik La Ode Mustari sebagai Penjabat (PJ) Bupati Buton dan Sukanto Toding sebagai PJ Bupati Kolaka Utara (Kolut). Sumpah janji jabatan itu digelar di aula merah putih rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Senin (4/9).

Pelantikan PJ Bupati Kolut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 100.2.1.3 – 3216 tentang pemberhentian dan pengangkatan Pj Bupati Kolut Provinsi Sultra.

Sementara pelantikan Pj Bupati Buton berdasarkan SK Mendagri nomor 100.2.1.3 – 3217 tentang pemberhentian dan pengangkatan Pj Bupati Buton Provinsi Sultra.

Gubernur Sultra Ali Mazi berharap kepada PJ Bupati Buton dan Kolut agar dapat menjaga amanah jabatan yang diberikan khususnya dalam   melakukan tugas-tugas negara dan pemerintahan.

“Yang perlu saya ingatkan bahwa saudara berdua tidak memiliki visi dan misi atau tidak memiliki visi dan tidak punya misi, jadi ini hati-hati. Visi dan misi kalau di pisah ada yang punya visi dan ada yang punya misi akibatnya amanat presiden untuk melakukan percepatan-percepatan sesuai perintah dan petunjuk undang-undang menjadi tidak kondusif,” kata Ali Mazi, usai melantik Pj Buton dan Kolut.

Olehnya itu, ia mengimbau kepada para PJ Bupati  agar melakukan kolaborasi kerjasama dengan forkopimda daerah, sehingga dalam menjalankan tugas-tugas pemerintah tugas-tugas negara menjalankan amanah rakyat bisa dijalankan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Sulawesi Tenggara milik kita bersama jangan terjadi sekat-sekat. Jangan pejabat terus mengatasnamakan karena partai ini saya menjadi pejabat, nah ini akan berbahaya,” tegasnya.

Ditegaskan, kepada PJ bupati Buton dan Kolut bukanlah pengurus partai dan bukan politisi, tetapi keduanya adalah abdi negara yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditempatkan untuk menjalankan tugas-tugas di tengah-tengah kekosongan bupati defenitif.

“Kita diberikan tempat dan amanah mudah-mudahan amanah ini dilaksanakan dengan baik, setulus-tulusnya jiwa dan hati kita. Kita pegang teguh aturan dan ketentuan jangan dianggap hari ini sudah dilantik kemudian bekerja sendiri-sendiri seolah-olah tidak memiliki pimpinan,” ungkapnya. 

Sementara itu, Bupati Kolut, Sukanto Toding mengatakan  seperti yang disampaikan pak gubernur tadi, tugas pejabat bupati untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah sampai kepala daerah terpilih sesuai hasil Pilkada.

“Namum esensial yang prinsip untuk tugas kami yang utama ada tiga hal yaitu tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Itu yang akan menjadi fokus kami,”kata Sukanto.

Dalam menjalankan tugas pemerintahan paling utama bagaimana mensukseskan pelaksanaan Pemilu, Pilcaleg dan Pilkada. Kemudian  untuk tugas pembangunan,  ada target utama yang harus dituntaskan yakni penanganan stunting dan  menjaga kondisi harga dan stok kebutuhan pokok utamanya terkait inflasi.

“Serta untuk  tugas kemasyarakatan bagaimana menjaga kondusifitas masyarakat, keharmonisan masyarakat khususnya dalam pelaksanaan Pemilu,Pilkada dan Pilcaleg. Nah itu akan menjadi hal utama yang akan kita jalankan,”ucapnya.

Ditempat yang sama, Pj Bupati Buton, Laode Mustari mengatakan,  diawal bertugas pihaknya bakal melakukan rapat bersama Forkopimda untuk melihat kondisi daerah. 

“Saya akan melakukan rapat untuk tahu kondisi daerah. Jadi belum ada Pemetaan, seperti apa nanti disana.  Kita akan lakukan konsolidasi dulu termasuk dalam mensukseskan pemilu 2024,”kata Mustari.

Dia menjelaskan, terkait manajemen kinerja ada indikator-indikator yang telah dibuat sesuai mekanisme, aturan dan regulasi.

“Hal ini tentang bagaimana peningkatan kinerja pegawai harus menjadi perhatian kita. Selain itu dalam menghadapi  tahun politik, para ASN Buton  harus netral dan tidak boleh berpihak,”tegasnya.(rah/kn)

Tinggalkan Balasan