KENDARINEWS.COM–Persentase angka kemiskinan di Sultra masih tinggi. Olehnyab itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menggagas Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2024 – 2026 dengan fokus pada pengentasan kemiskinan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, Johannes Robert mengungkapkan, penetapan RPD 2024 – 2026 didasari berakhirnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018 – 2023.
Lanjut dia, dalam RPD, Pemprov Sultra akan fokus mengatasi masalah kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2022 persentase penduduk miskin di Sultra tercatat sebesar 11,27 persen atau naik 0,10 persen poin dari Maret 2022 tetapi turun 0,47 persen poin jika dibandingkan dengan angka kemiskinan pada September 2021.
“Nah ini akan menjadi kewajiban Pemerintah Daerah, kita berkomitmen ini tetap harus diturunkan sehingga kebijakan yang sudah diuraikan dalam RPJMD 2018 – 2023 yang kita rasa belum selesai itu diselesaikan tahun 2024 – 2026,” ungkap Robert.
Ia menambahkan, masalah kemiskinan itu multi sektor yang meliputi masalah infrastruktur, ekonomi, dan sosial budaya. “Pemerintah mengupayakan perbaikan dan penanganan disegala sektor sehingga angka penduduk miskin berkurang dan perekonomian bisa membaik,” pungkasnya. (ags/kn)










































