Tiga Pelaku Pengeroyokan di Hotel Buron

KENDARINEWS.COM — Aksi kriminal di Kota Kendari masih sering terjadi. Terbaru, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari meringkus dua remaja inisial LS (15) dan DA (15), usai diduga terlibat pengeroyokan pengunjung Hotel Cempaka bilangan Jalan Bunga Tanjung, Kelurahan Watu- Watu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari. Kedua tersangka dibekuk di Pelabuhan Kapal Malam, Jalan Tinumbu, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Kamis (22/6) malam sekitar pukul 21.10 Wita.

Sementara tiga lainnya masih diburu. Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengurai kronologi kejadian tersebut. Peristiwa berawal ketika, korban sementara berada dalam kamar mandi hotel. Kemudian, sekelompok orang menemui korban, menanyakan seseorang dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban. “Setelah beraksi, pelaku langsung pergi meninggalkan hotel. Sementara korban mengalami luka pada bagian kepala,” ujar Fitrayadi Jumat (23/6).

Kejahatan atau dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut, kata dia, terekam kamera CCTv, korban dipukuli para pelaku, lalu mereka melarikan diri. “Setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup, dua tersangka diamankan,” terang Fitrayadi.

Lanjut Fitrayadi, dua tersangka mengakui telah melakukan penganiayaan. Tersangka LS memukul korban secara berulang kali, menggunakan kepalan tangan. Sedangkan, tersangka DA menganiaya korban, menggunakan kepalan tangan dan menggunakan kursi hotel. “Mereka (tersangka, red) spontanitas masuk ke dalam hotel tersebut dan mengecek setiap kamar hotel, serta kamar mandi, mencari orang kemudian mendapati korban. Sehingga, terjadi tindak pidana pengeroyokan tersebut,” ungkap Fitrayadi.

“Para pelaku ini, sebelum melakukan pengeroyokan, terlebih dahulu minum minuman keras (miras),” tambahnya. Lebih lanjut Fitrayadi mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain, rekan-rekan tersangka yang melakukan pengeroyokan. Dia menyebut, salah satu pelaku yang masih dalam pengejaran, membawa senjata tajam (sajam) jenis badik. Itu digunakan untuk menganiaya korban pada bagian leher belakang. “Tiga pelaku lain masih dalam pencarian,” pungkasnya. (ali/b)

Tinggalkan Balasan