Dispar: Sultra Kaya akan Tempat Wisata, Target 6,6 Juta Wisatawan 

KENDARINEWS.COM–Pengembangan sektor pariwisata mendapat perhatian serius dari pemerintah, tak terkecuali Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menargetkan kunjungan wisatawan  ke bumi anoa sebanyak 6,6 juta orang sepanjang 2023.

Kepala Dispar Sultra Belli Tombili, mengatakan target itu merupakan bagian dari agenda Gerakan Nasional Berwisata di Indonesia Aja (Gernas BBWI) yang didorong langsung Presiden Joko Widodo.

“Bapak Presiden mengajak kita semua untuk berwisata di dalam negeri saja, dalam pidato beliau secara khusus menyebut Wakatobi. Namun, kita di Sultra punya kawasan wisata lainnya yang menyangga Wakatobi,” katanya.

Dia juga menyampaikan bahwa angka kunjungan tersebut merupakan bagian dari target nasional yang mencapai 1,2 hingga 1,4 miliar pelaku perjalanan wisatawan Nusantara.

Belli menyebut Sultra memiliki tujuh kawasan wisata yang menarik untuk dikunjungi dan tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 310 Tahun 2022 tentang Penetapan Destinasi Pariwisata Prioritas Provinsi Sultra Penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Wakatobi.

Ketujuh kawasan tersebut yakni adalah Koridor Wisata Teluk Kendari-Toronipa-Labengki; Benteng Keraton Wolio-Lambusango; Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai; Pulau Padamarang; Kawasan Karts Pulau Muna; Kawasan Karts Matarombeo; dan Kawasan Mangrove Buton Utara.

“Kita menyebutnya sebagai seven wonders Sultra yang tersebar di seluruh wilayah yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara,” ujar dia.

Belli menjelaskan peluang peningkatan wisatawan Nusantara masih cukup tinggi, dengan memanfaatkan pangsa kelompok masyarakat dengan pengeluaran menengah ke atas serta kelompok masyarakat berusia muda.

Setidaknya ada empat strategi yang akan ditempuh Dispar Sultra dalam mencapai target kunjungan wisata Nusantara melalui Gernas BBWI yakni kampanye masif, integrasi dengan promo paket wisata, ketersediaan transportasi efisien dan terjangkau, dan aspek keberlanjutan.

Strategi BBWI dapat dipilah dalam bentuk tematik bulanan. Misalnya, Januari (bulan lunar festival), Februari (bulan bumi pertiwi), dan Maret (bulan Film).

Pada Februari, kata Belli, sebagai bagian dari tematik bulan bumi pertiwi, pihaknya mencoba memasarkan produk wisata adventure dalam event ASEAN Tourism Fair (ATF) yang digelar di Yogyakarta 2-5 Desember 2023.

“Selain itu, kita juga memiliki dua event yang telah masuk dalam kalender wisata nasional yakni Wakatobi Wave dan Festival Kande-Kandea di Tolandona, Buton Tengah,” jelasnya.

Dia menambahkan BBWI juga akan diintegrasikan dengan gerakan bangga buatan Indonesia misalnya agar hotel-hotel yang ada di Sultra menggunakan produk-produk lokal atau dalam negeri, seperti sabun, sampo, bahan makanan, dan lainnya, termasuk lagu-lagu yang didendangkan dari musisi Indonesia atau musik-musik etnik/khas di daerah. (ags/rls)

Tinggalkan Balasan