KENDARINEWS.COM—Upaya menekan laju inflasi di Sultra terus digalakkan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi. Terbaru Ali Mazi melaunching gerakan ketahanan pangan lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Selasa (6/6).

Launching gerakan ketahanan pangan ditandai dengan penanaman serentak tanaman hortikultura oleh Gubernur Ali Mazi di kebun percontohan SMKN Pertanian
Pembangunan (PP) 5 Konawe yang di Kecamatan Wawotobi.
Penanaman tanaman hortikultura berupa cabai, tomat dan bawang itu, turut diikuti siswa SMA/SMK se-Sultra
Launching gerakan ketahanan pangan oleh Gubernur Ali Mazi, sukses mendapat rekor MURI dengan keikutsertaan peserta terbanyak, yakni sebanyak 86 ribu siswa, termasuk staf dan guru SMA/SMK di 17 kabupaten/kota se-Sultra.

Secara akumulasi, tercatat 317 ribu tanaman hortikultura ditanam secara
massal saat giat launching gerakan ketahanan pangan lingkup Dinas
Dikbud Sultra tersebut.
Penanaman serentak tanaman hortikultura itu digelar secara bersamaan secara virtual oleh siswasiswi SMA/SMK se-Sultra lainnya.
Usai penanaman secara simbolis, Gubernur Sultra, Ali Mazi turut
memantau kegiatan serupa di daerah lainnya via zoom.
Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan, gerakan ketahanan pangan dapat membuka keterisoliran para pelajar. Dalam artian, siswa tidak monoton belajar di dalam
ruang kelas sekolah saja. Gubernur Ali Mazi menyebut, gerakan tersebut adalah inovasi Dinas Dikbud Sultra untuk mendukung program
Merdeka Belajar.
“Sekali-kali siswa hirup udara segar. Jangan hanya menatap papan tulis di dalam kelas. Ini tradisi yang harus dihidupkan dan dibudayakan. Sebab, gerakan ini
mendukung pemanfaatan lahan pekarangan sekolah,” ujar Gubernur Ali Mazi, saat giat penanaman serentak tanaman hortikultura di SMKN PP 5 Konawe, Selasa (6/6).
Gubernur Ali Mazi mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Dinas Dikbud Sultra itu karena mendukung program ketahanan pangan yang terpadu, terukur dan terarah dalam menekan laju inflasi di Sultra. Apalagi cabai, tomat dan bawang adalah komoditas yang mempengaruhi inflasi.
Gubernur Sultra 2 periode mengingatkan, tanaman yang telah ditanam secara massal itu, harus dijaga dengan baik sehingga dapat tumbuh subur.
“Jangan hari ini kita tanam, terus kita biarkan tumbuh sendiri. Jangankan tumbuhan, manusia saja kalau tidak sarapan setiap pagi pasti lemas. Jadi, harus
disiram dan dipupuk agar tumbuh sesuai yang kita harapkan,” pinta Gubernur Ali Mazi.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Dikbud Sultra, Yusmin mengemukakan launching gerakan ketahanan pangan diikuti oleh SMA/ SMK di 17 kabupaten/kota di Sultra. Cabai, tomat dan bawang yang ditanam sekira 317 ribu bibit oleh
86 ribu siswa, staf dan guru SMA/ SMK se-Sultra.
“Kegiatan ini sudah dipersiapkan sejak 2 minggu lalu. Yang luar biasanya lagi, seluruh siswa tidak menerima bibit tanamannya dari instansi manapun. Melainkan dari penyemaian siswa itu sendiri,” ungkap Yusmin.
Ia menambahkan, gerakan ketahanan pangan lingkup Dinas Dikbud Sultra sejalan program Merdeka Belajar yang dicetuskan Kemendikbud-Ristek RI. Yakni,
pembelajaran di luar kelas yang sejalan dengan pembelajaran di dalam kelas. Yusmin pun menyebut, gerakan ketahanan pangan tersebut bakal dilanjutkan sampai penerimaan siswa baru tingkat SMA/SMK kedepannya.
“Kita target sampai 1 juta tanaman hortikultura. Hari ini kita sudah mulai dengan 317 ribu bibit. Harapan kita semua, gerakan ketahanan pangan ini bukan hanya
dilakukan hanya di sektor pertanian saja. Namun, bisa diikuti oleh sektorsektor lainnya seperti perikanan dan sektor lainnya,” tandas Yusmin.
Hadir dalam giat itu, Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden
RI, Ali Mochtar Ngabalin, perwakilan MURI Awan Rahargo, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa yang diwakili Asisten I Marjuni Ma’mir, Kapolres Konawe AKBP
Ahmad Setiadi SIK, serta pejabat Pemprov Sultra. (kn)










































