Kejari Bidik Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pompa Air PDAM Kendari

KENDARINEWS.COM–Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari melakukan penggeledahan di Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kota Kendari, Jumat (26/5). 

Penggeledahan tersebut, merupakan tindaklanjut penyidikan kasus dugaan korupsi pergantian pompa baru dilingkup PDAM Kendari. Dari hasil penggeledahan, jaksa menyita beberapa dokumen dan uang tunai Rp600 juta. 

Kepala Seksi Intelejen (Kasiintel) Kejari Kota Kendari, Bustanil N Arifin menuturkan pihaknya melakukan penggeledahan di ruangan Kantor PDAM, termasuk ruangan Direktur Utama (Dirut), Damin.

Ia menyebut, tujuan penggeledahan ini untuk mencari sejumlah barang bukti terkait dugaan korupsi pengadaan pompa baru PDAM Tirta Anoa Kota Kendari yang dianggarkan dari APBD 2022 yang dihibahkan senilai Rp10 miliar. 

“Berkas dan uang tunai Rp600 juta telah kami sita. Selanjutnya akan selidiki terkait dugaan korupsi yang sedang kami tangani,” terang Bustanil. 

Jaksa Kejari Kendari, kata dia, melakukan penggeledahan sejumlah ruangan di Kantor PDAM sejak pagi hingga siang hari. Dalam penggeledahan itu hadir Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kendari Budhi Santoso. 

“Termasuk Dirut PDAM Kendari Damin didampingi beberapa pegawai lingkup PDAM Kendari juga turut menyaksikan,” ujarnya.  

Diketahui, Kejari Kendari mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengerjaan Pergantian Pompa baru di PDAM Tirta Anoa Kota Kendari. Pemkot Kendari menganggarkan pengadaan Pompa baru di PDAM Kendari menggunakan APBD sebanyak Rp 10 Miliar. Sejumlah saksi telah diperiksa, diantaranya Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kendari Damin, beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) terkait tender pekerjaan PDAM. 

“Termasuk dari Direktur CV Karya Sejati atas nama Asdar Ali dan Kuasa Direktur atas nama Ismail sudah diperiksa 24 Mei lalu,” ujar Bustanil. 

Bustanil menambahkan, langkah selanjutnya yang akan ditempuh yakni gelar perkara yang akan dilangsungkan pekan depan. Gelar perkara bertujuan untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini. 

“Termasuk penghitungan dugaan kerugian negara masih dalam proses,” tandasnya. (ali/KN) 

Tinggalkan Balasan