KSPN Sultra : Cabut Perpu Cipta Kerja


KENDARINEWS.COM — DPW Kesatuan Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Sultra menggelar aksi unjuk rasa dalam peringatan Hari Buruh 1 Mei, kemarin. Koordinator Lapangan (Korlap) Yopi menguraikan berbagai tuntutan kepada pemerintah yang berpihak kepada para buruh saat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra, Senin (1/5), kemarin.

DPW Kesatuan Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Sultra saat menggelar aksi unjuk rasa dalam peringatan Hari Buruh 1 Mei, di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra, Senin (1/5). (HASRUDDIN LAUMARA)

Dalam aksinya, KSPN Sultra menguraikan tuntutannya itu yakni pemerintah harus membatalkan UU Cipta Kerja, mencabut Perpu tentang Cipta Kerja. Selain itu, perusahaan menghentikan intimidasi dan diskriminasi buruh. “Setiap perusahaan harus membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sesuai UU yang berlaku,” ujar Yopi.

Anggota DPW Kesatuan Serikat Pekerja Nusantara itu menegaskan Disnakertrans Sultra merupakan leading sector pelenggaraan penegakkan hukum di bidang ketenagakerjaan. “Terutama soal upah pekerja yang layak. Saat ini, KSPN sedang menggenjot soal Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang berorientasi pada kesejahteraan pekerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra, Hendra Iskandar mengatakan dia sangat memahami apa yang diaspirasikan DPW KSPN Sultra. “Dinamika ini kita merasakannya juga. Kita berharap ada perbaikan-perbaikan dalam persoalan tenaga kerja,” ujarnya saat menerima aspirasi kaum buruh melalui DPW KSPN Sultra saat unjuk rasa di pelataran Kantor Disnakertrans Sultra, Senin (1/5), kemarin.

Terkait penegakkan hukum dalam persoalan tenaga kerjas, Hendra mengaku akan dikoordinasikan dengan Bidang Pengawasan dan Hubungan Industrial (Disnakertrans). “Kami melaksanakan penegakkan hukum sesuai tupoksi dan menindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada dan memenuhi asas keadilan bagi semua pihak, baik pekerja maupun perusahaan. Ada tahapannya seperti mediasi dan lainnya,” ungkapnya. (din)

Tinggalkan Balasan