KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) tepah melaporkan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kebakaran kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat ke Polres Muna. Namun hingga kini penyebap dari insiden kebakaran itu belum juga terungkap. Untuk itu Pemkab Mubar meminta aparat kepolisian serius menangani perkara tersebut hingga semuanya menjadi jelas dan tuntas.
“Untuk kebakaran kantor PUPR Mubar kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan investigasi dan jangan berspekulasi,” kata Penjabat (Pj) Bupati Mubar, Bahri saat dikonfirmasi Senin (1/5).
Amukan sijago merah menghanguskan seluruh bangunan kantor PUPR Mubar. Isi ruangan berupa beberapa berkas dokumen penting dan peralatan kantor tak ada yang terselamatkan. Seluruhnya hangus dilalap api. Beruntung sebagian besar dokumen penting telah pindahkan dan diback up oleh masing-masing bidang. Sehingga kebaran tersebut tidak berdampak pada pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik 2023.
“Rapat internal dipimpin pelaksana tugas (Plt) Kadis PUPR Mubar bersama para kepala bidang untuk memastikan kondisi dokumen telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil rapat seluruh dokumen kegiatan tahun 2023 secara umum terback up pada masing-masing bidang. Sehingga untuk pelaksanaan kegiatan (pekerjaan proyek fisik) 2023 tidak terganggu dan tetap dapat berjalan dengan baik,” terang Bahri
Dari kejadian kebakaran tersebut Pemkab Mubar akan mempeketat pengawasan. Kantor-kantor pemerintahan akan diawasi dan dijaga oleh anggota Pol PP. “Saya minta ke Pak Sekda Mubar untuk menugaskan Kepala OPD dan SatPol PP untuk menjaga seluruh fasilitas perkantoran dengan mengaktifkan piket,” ungkapnya.

Direktur Perencanaan Anggaran Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kemendagri itu menambahkan pihaknya telah melakukan iventarisir kerugian akibat kebakaran. “Total kerugian sekira Rp 3,7 miliar,” tandasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Mubar Najirun menuturkan bahwa sebaran api yang menghanguskan seluruh bangunan berlangsung cepat. Sehingga sejumlah peralatan laboratorium dan perangkat kerja seperti komputer tidak bisa terselamatkan. “Untuk dokumen khususnya tahun 2021 kebawah terselamatkan karena sebelumnya kita sudah pindahkan digedung baru karena rencananya kita akan pindah di sana (gedung baru). Kemudian untuk dokumen 2023 terback up melalui bidang masing-masing dan beberapa dokumen pekerjaan dari anggaran DAK sementara dalam review. Yang terbakar hanya dokumen 2022, itupun hanya sebagian karena sebagianya juga kita sudah pindahkan di gedung baru,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muna, AKP Asrun mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran terjadi. “Untuk sementara kami masih lidik sehingga belum bisa kami pastikan penyebabnya,” ucapnya.
Ia, menambahkan dalam upaya penyelidikan pihaknya telah mengambil sejumlah keterangan dari para saksi. Saat ini sebanyak tiga orang berstatus saksi telah dimintai keterangan. Sayanya dari keterangan para saksi itu, Polres Muna masih kesulitan mengungkap penyebab kebakaran terjadi. “Belum ada titik terang ,masih perlu lidik,” tutupnya.
Sekedar diketahui, kantor Dinas PUPR Mubar terbakar pada Sabtu (29/4) sekira pukul 03:00 Wita dinihari. Kejadian kebakaran diketahui oleh warga setelah api membesar. Sehingga upaya pemadaman api dari warga dengan peralatan seadanya tidak membuahkan hasil. Api baru bisa dijinakkan setelah satu unit armada pemadam kebakaran dikerahkan. (ahi)









































