Gubernur Sultra Dorong Pengendalian Inflasi Secara Menyeluruh 

-Kabupaten/Kota Harus Berperan Aktif

KENDARINEWS.COM–Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi terus mendorong langkah antisipasi daerah dalam menekan inflasi. Khususnya resiko kenaikan harga jelang hari raya idul Fitri 1444 Hijriah. Dalam pengendalian ini, tentunya Pemerintah Provinsi Sultra tak bisa jalan sendiri, tetapi harus di dukung pula seluruh Kabupaten/Kota melalui tindakan nyatanya. 

“Bila melihat kondisi Inflasi teiwulan I tahun ini, Sultra tercatat inflasinya sebesar 6,58 persen. Nilai ini tentu merupakan inflasi tahunan  tertinggi secara nasional pada triwulan I tahun ini, sehingga perlu menjadi perhatian seluruh pihak terkait, “tegas Gubernur. 

Ia menjelaskan, sebagian besar kenaikan inflasi pada triwulan I di dorong  oleh inflasi pada kelompok transportasi,  kelompok makanan,minuman dan termasuk tembakau.  Sehingga, dalam pengendalian inflasi perlu dilakukan tidak hanya dilevel Provinsi, namun perlu juga dilaksanakan secara instensif  dan luas diseluruh kabupaten/kota se Sultra.

“Saya tentu sangat mengapresiasi langkah TPID diwilayah Sultra yang telah proaktif merespon kenaikan inflasi melalui kegiatan pelaksanaan pasar murah, koperasi pangan,peningkatan produksi pangan, kerjasama antar daerah,realisasi dana BTT dan upaya-upaya lainnya, “ujarnya.

Orang nomor satu di Bumi Anoa itu menambahkan, upaya yang telah dilakukan Pemprov Sultra tentu sudah memberikan hasil yang cukup baik diantaranya di buktikan dengan capaian deflasi pada bulan Januari dan Februai tahun 2023, serta inflasi bulanan yang relative rendah pada bulan Maret tahun 2023 tepatnya pada bulan Ramadhan. 

“Meski demikian, kewaspadan harus tetap kita jaga dengan mempertahankan kerjas keras yang telah dilakukan dalam menjaga stabilitas inflasi kedepan. Terutama ditengah masih tingginya harga beras dan peningkatan permintaan pada Idul Fitri tahun nanti, ” bebernya. 

Dia menambahkan, tingginya inflasi di Sultra dapat dilihat dengan masih tingginya Indeks Pergerakan Harga (IPH) dibeberapa kabupaten/kota di Sultra. Dimana saat ini masih terdapat tiga Kabupaten dari 10 Kab/Kota yang tercatat kenaikan IPH tertinggi nasional pada minggu ke-2 bulan April 2023 yaitu Konawe, Buton Tengah dan Konawe Kepulauan. 

Sebagai upaya kongrit memitigasi potensi resiko gejolak harga pangan Sultra, perlu dilakukan langkah-langkah percepatan pengendalian inflasi di antaranya, menjaga frekuensi operasi pasar atau pasar murah dan sidak pasar untuk memastikan keterjangkauan harga dan ketersediaan pasoka komoditas. 

Selanjutnya meningkatkan intensitas pengawasan oleh APH dan satgas pangan melalui operasi pasar yang bebas pungli dan berdampak pada masyarakat luas, menjaga distribusi LPG 3 Kg, BBM subsidi, minyak goreng, beras SPHP yang lancer sesuai tujuan dan terhindar dari oknum tidak bertanggungjawab serta menjaga kualitas bahan pangan dan komoditasnya lainnya sesuai ketentuan. 

“Kemudian kita perlu memastikan kelancaran distribusi komoditas dari luar Sultra, mendorong realisasi BTT di Level Provinsi  hingga kab/kota dengan bimbingan inspektorat/instansi vertical/forkopimda dan meningkatkan komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat, “tukasnya.(rah/kn) 

Tinggalkan Balasan