Antisipasi PMK, Distan Genjot Vaksinasi Hewan

KENDARINEWS.COM–Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kendari, Santiwati mengatakan vaksinasi PMK terus dilakukan mengingat banyaknya kasus PMK menyerang hewan ternak di beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini. Meskipun sejauh ini, Kendari masih aman dari kasus PMK.

“Alhamdulillah hingga saat ini, petugas check point belum menemukan kasus PMK saat mengawasi lalulintas ternak yang masuk di Kota Kendari. Kami terus memantau, agar ternak kita di Kendari tetap aman dari PMK melalui vaksinasi rutin,” ujarnya, Selasa (27/12).

Dielaskan, Kendari kini telah memiliki 842 sapi yang telah divaksin tahap pertama. Namun ini akan terus didorong, sebab target vasinasi ini sebanyak 1.200 dosis vaksin PMK. Sementara vaksin tahap kedua akan dilakukan setelah 28 hari penyuntikan vaksin PMK dosis pertama.

“Kami diberikan target dari Pemprov sampai 31 Desember 2022 itu sebanyak 1.200. Kami berharap target ini bisa segera tercapai sebelum akhir Desember,”harapnya.

Dalam vaksinasi ini, selain melakukan jemput bola ke beberapa kandang peternak sapi, Dinas Pertanian yang dibantu beberapa stakeholder terkait juga mengawasi sapi-sapi yang keluar masuk Kendari. Dengan melakukan pemeriksaan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk semua mobil ternak yang masuk ke Kendari.

Untuk perlakuan check point difokuskan pada perbatasan kota, seperti di Kecamatan Baruga. Upaya itu dilakukan dengan pemberian disinfektan pada hewan ternak dan kendaraan yang masuk di Kendari serta melakukan pemeriksaan fisik.

“Untuk ternak-ternak yang ada di Kendari, sudah kita telah telusuri. Kami tetap mencari informasi kandang-kandang ternak secara langsung dan juga memantau ternak yang masuk di wilayah ini, bersama teman-teman penyuluh di kecamatan,” bebernya.

Sejauh ini, kata dia, total vaksinasi sudah hampir memenuhi target yang dibebankan kepada Dinas Pertanian Kendari.

“Sapi-sapi yang telah kami vaksin kami beri tanda berupa ear tag. Ear tag yang kami pasang secara langsung terhubung dengan data di pusat, sehingga bisa diidentifikasi. Kami berharap, hingga akhir tahun nanti, target yang diberikan bisa terpenuhi,”harapnya. (kn)

Tinggalkan Balasan