oleh

120 Penari ‘Lamunse’ Sultra Siap Tampil di Istana Negara

KENDARINEWS.COM– Tari kebanggaan masyarakat Bombana ‘Lamunse’ akan disuguhkan di Istana Negara saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang. 120 penari yang akan tampil di Istana dilepas oleh Pj Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra Asrun Lio, di Ruang Pola Kantor Gubernur, kemarin (12/8).

Kesempatan itu, Asrun Lio, mengatakan, Sultra patut berbangga karena Lamunse tampil di Istana saat dirgahayu kemerdekaan dan penyambutan delegasi negara-negara G20. Ini pertama kali tari asal Sultra tampil di Istana Negara.

“Keistimewaan ini jangan kita sia-siakan dan jangan kita kecewakan. Kita tunjukkan Lamense adalah keindahan kebudayaan yang dimiliki Bumi Anoa,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat melepas secara resmi penari tari Lamunse.

Menurutnya, Sultra mempunyai sumber daya alam (SDA) melimpah. Mulai dari emas, nikel, dan aspal. Namun itu pasti akan habis. Sedangkan kebudayaan tidak akan ada habisnya.

“Semakin kita gali kebudayaan makan akan semakin kaya. Sehingga potensi kebudayaan bangsa ini khususnya kebudayaan Sultra harus dimaksimalkan, karena hal itu akan mendorong daerah semakin kaya,” paparnya.

Ia mengungkapkan tidak sedikit, negara-negara dan daerah-daerah yang tidak memiliki SDA, tetapi memiliki Sumber daya kebudayaan yang kaya yang bisa mendorong perekonomian negara dan daerah tersebut maju. Karena itu, pemerintah akan menggali terus kebudayaan Sultra.

“Insya Allah kita akan lebih kaya dari mereka. Dimana nantinya masa depan pariwisata Indonesia ada di Sultra,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sultra H. Belli Tombili, mengatakan, ini adalah kesempatan yang sangat luar biasa dan sangat langka.

Mantan Pj Sekda Koltim ini berharap, identitas kebudayaan Sultra itu bisa dikenal secara nasional bahkan dikenal oleh dunia. Dengan tampilnya tari Lamunse diharapkan sebagai jembatan Sultra dalam memperkenalkan Kebudayaannya kepada masyarakat luas.

“Kita berharap kedepannya bukan hanya tari lumense saja yang bisa diekspos keluar. Tetapi semua produk-produk kebudayaan kita ini bisa diekpos, sehingga bisa dikenal oleh masyarakat dunia,” pungkasnya. (kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan