oleh

Punya Banyak Situs Sejarah, Boro-Boro Jadi Lokasi KKN Tematik UHO

Kendarinews.com-Jelang semaster akhir, mahasiswa akan selalu diperhadapkan dengan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Mereka akan diturunkan ke masyarakat untuk mengabdi sekaligus mengimplementansikan ilmu-ilmu teori di kampus selama ini. Mahasiswa semester akhir dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Haluoleo (UHO) menjalani KKN tematik diberbagai lokasi. Salah satunya di Desa Boroboro, Konawe Selatan.

15 Mahasiswa dan 6 dosen pembimbing diturunkan oleh pihak kampus di Boroboro. Ketua Pembimbing KKN Tematik Desa Boroboro, Prof La Niampe mengatakan pengabdian masyarakat terintegrasi KKN Tematik kali ini mengusung tema Peningkatan Pemahaman Pemerintah dan Masyarakat Melalui Identifikasi dan Sosialisasi Benda Cagar Budaya di Era Pemulihan Pasca Pandemi Covid-19 di Desa Boroboro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Alasan pemilihan lokasi desa Boro-Boro karena desa ini banyak ditemukan situs sejarah tinggalan Kolonial Jepang diantaranya struktur bak air, struktur landasan mesin, rel kereta sebagai jalanan lama, cerobong asap dan lain-lain.

“Oleh karena itu, pentingnya pemanfaatan situs sejarah sebagai obyek cagar budaya merupakan salah satu sektor yang harus dikelola secara maksimal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan sebagai sumber belajar bagi masyarakat setempat,” kata Prof. La Niampe

Masih kata Prof. La Niampe, kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN Tematik itu dilaksanakan karena beberapa hal diantaranya Bahwa Sesuai Amanat Undang-Undang Cagar Budaya No.11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang menyatakan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Cagar Budaya harus lebih ditingkatkan. Selain itu paradigma pengelolaan Cagar Budaya tidak lagi hanya ditujukan untuk kepentingan akademik semata, tetapi harus meliputi kepentingan idiologik dan juga ekonomik.

“Untuk mencapai ketiga kepentingan tersebut, diperlukan sinergitas antara pemerintah, akademisi, masyarakat dan juga sektor swasta” terangnya.

Ada banyak target yang ingin dicapai atas giat tersebut. Yakni, memberikan pengalaman atau pengetahuan baru bagi masyarakat untuk menciptkan peluang usaha dalam menjaga dan melestarikan benda cagar budaya. Membimbing dan melatih kelompok masyarakat sehingga mereka dapat melestarikan dan memanfaatkan benda cagar budaya sebagai daerah tujuan wisata dan sebagai wisata edukasi bagi pelajar semua tingkatan di Kabupaten Konawe Selatan. Meningkatkan kemampuan masyarakat dan pemerintah dalam memelihara serta mengembangkan obyek cagar budaya agar lebih menarik. Menciptakan masyarakat yang yang cinta akan hasil kebudayaan masyarakatnya.

Sementara, luaran dari kegiatan ini yakni pemanfataatan obyek cagar budaya menjadi sebuah peluang usaha yang bernilai ekonomis. Artikel ilmiah yang diterbitkan melalui media online juga dalam jurnal nasional atau internasional. Memberikan sumbangan pemikiran dalam upaya strategi pemberdayaan berbasis kelompok yang bisa fungsional bagi kepentingan masyarakat. Selain luaran tersebut ada kegiatan penyuluhan pencegahan penularan covid -19 dan pola hidup bersih serta kampanye pelaksanaan vaksinasi, dan yang tak kalah pentingnya adalah peserta ikut serta membantu pemerintah desa dalam menyukseskan program pembangunan yang berjalan di wilayahnya dalam hal ini desa Boro-Boro. “Insya Allah itulah hal-hal yang bisa kita wujudkan selama 1 bulan ke depan nanti,”tutupnya.

Untuk diketahui, kegiatan pengabidian tematik ini diikuti oleh 15 orang mahasiswa FIB UHO dan 6 orang dosen. Sebagai ketua tim Pengabdian ini adalah Prof. Dr. La Niampe, M.Hum., Dr. Sahindomi Bana, M.Si., Dr. Syahrun, M.Si. Dr. Rahmat Sewa Suraya, Sandi Suseno, S.S., MA., dan La Gandri, M.Si. (elyn)

Komentar

Tinggalkan Balasan