Sekda Berpeluang Jabat Pj Bupati

KENDARINEWS.COM — Pengabdian kepala daerah tiga kabupaten di Sultra akan berakhir Agustus mendatang. Mereka adalah duet La Bakry-Iis Eliyanti (Buton), Tafdil-Johan (Bombana) dan Nurrahman-H. Abbas (Kolaka Utara). Takhta bupati akan diisi figur yang dipilin Mendagri Tito Karnavian berdasarkan usulan DPRD kabupaten dan Gubernur.

Hal itu berdasrakan Petunjuk Teknis (Juknis) Kemendagri yang diterima Pemprov terkait pengusulan Pj bupati. Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sultra Muliadi mengukapkan, masa jabatan kepala daerah Bombana dan Kolaka Utara akan berakhir 22 Agustus dan Buton 24 Agustus.

“Juknis terkait penunjukan itu sudah kami terima dari Kemendagri. Saat ini kita lagi sementara menggodok administrasi yang dipersyaratkan dalam surat itu. Kita kaji, kemudian kita verifikasi,” bebernya, (19/7).

Dalam Juknis tentang usulan Pj bupati, katanya, Kemendagri meminta DPRD kabupaten untuk mengusulkan kandidat. Namun, menurutnya, bila merujuk undang-undang, DPRD tidak dilibatkan dalam penentuan Pj bupati. “Juknis Kemendagri, mungkin hanya menjawab perkembangan dinamika politik yang ada. Sehingga Mendagri memberikan ruang kepada DPRD untuk mengusulkan. Namun legislator tidak bisa mengusulkan kepala dinas yang ada di kabupaten untuk jabat Pj. Dari hasil koordinasi, hanya Sekda yang punya ruang untuk diusulkan jadi Pj bupati, selain itu tidak bisa,” katanya.

Yang bisa diusulkan selain Sekda kabupaten, katanya, adalah pejabat provinsi. Dari tiga nama yang diusulkan ke Kemendagri, kata dia, adalah Sekda dan dua pejabat dari provinsi. Pemprov belum mengusulkan kandidat Pj ke Kemendagri, sebab masih menunggu petunjuk gubernur.

“Tetapi kalau untuk verifikasi dokumen sementara berjalan. Yakni, menyangkut kepangkatan, jabatan terakhir, rekam jejak selama jadi pegawai, riwayat hidup dan berkaitan prestasi kerja yang dibuktikan SKP (Satuan Kinerja Pegawai). Jadi akan dilihat kinerja apa yang dilakukan tiga tahun terakhir 2019, 2020 dan 2021,” tutupnya. (kn)

Tinggalkan Balasan