Fenomena Bediding Dinilai Tanda akan Masuknya Musim Kemarau

KENDARINEWS.COM — Memasuki Juli, suhu udara di Kota Kendari maupun Sulawesi Tenggara (Sultra) cenderung sejuk. Apalagi di malam hari. Kondisi ini disebabkan fenomena bediding. Yang mana, adanya pergerakan massa udara dari Australia yang tengah mengalami musim dingin atau biasa disebut monsoon dingin Australia.

Prakirawan Stasion Metereologi Maritim (Stammar) Kendari Wa Ode Risky mengatakan fenomena ini terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Tidak hanya di Sultra, daerah Jawa, Bali, Nusa Tenggara turut merasakan fenomena ini.

“Keadaan ini merupakan fenomena berulang yang kerap terjadi setiap tahunnya memasuki bulan Juli. Yang paling sering dirasakan dampaknya di wilayah Indonesia sekitar pertengahan Juli hingga September,” jelasnya, Selasa (19/7).

Akibat fenomena alam ini, tekanan suhu udara relatif tinggi dan lebih dingin di malam hingga pagi hari. Hanya saja, kondisi ini harus diwaspadai sebab bisa mengganggu kesehatan. Biasanya, kondisi ini menandai akan masuknya musim kemarau.

Agar tidak gampang terserang penyakit, masyarakat hendaknya menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi makanan bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup. Hindari aktivitas yang berlebihan utamanya di malam hari,” pesannya. (kam)

Fenomena Bediding
-Suhu Udara Dingin Malam dan Pagi Hari
-Dipicu Pergerakan Massa Udara dari Australia yang Berada Puncak Musim Dingin
-Kondisi Ini Berlangsung Juli-September
-Pertanda Memasuki Musim Kemarau
-Daerah Terdampak Wilayah Selatan Katulistiwa
-Fenomena Bedinding Berpotensi Mengganggu Kesehatan

Tips Tak Mudah Terserang Penyakit
-Jaga Kondisi Kesehatan
-Komsumsi Makanan Bergizi
-Istirahat yang Cukup
-Olahraga Teratur
-Hindari Aktivitas Berlebihan di Malam Hari

Tinggalkan Balasan