Prof Zamrun Kukuhkan 42 Pejabat UHO

KENDARINEWS.COM — Universitas Halu Oleo (UHO) kembali melakukan pengangkatan dan pemberhentian pejabat non struktural (tugas tambahan) dosen dalam lingkup UHO. Sebanyak 42 pejabat dikukuhkan dari tiga fakultas: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ekonomi. Mereka yang dilantik meliputi Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Ketua Jurusan dan Sekertaris Jurusan, Kepala Laboratorium, Kajur, Sekjur, Kepala Laboratorium, Kepala Kajian Pusat Anti Korupsi LPPM, ketua dan sekertaris unit jaminan mutu, dan beberapa jabatan lainnya. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini, dipimpin langsung Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu di Ruang Rapat Senat UHO, Selasa (19/7).

Prof Zamrun meminta pejabat yang baru dilantik, agar menunjukkan kinerja dan prestasi terbaik. Jangan bekerja karena rektornya, wareknya dan sebagainya. “Bekerjalah untuk kemajuan universitas. Tunjukkan prestasi dan kinerja terbaik,” pesan Prof Zamrun.

Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu (kiri) saat melantik sejumlah pejabat non struktural lingkup Universitas Halu Oleo, kemarin. Salah satu pesan rektor, semua pejabat harus tunjukkan prestasi kerja

Lanjut dia, jabatan tak usah dicari. Sebab, nanti akan datang dengan sendirinya. Terpenting bekerja sebaik-baiknya. Terus tunjukkan kinerja, potensi dan prestasi. Mantan Dekan F-MIPA UHO ini meminta semua pejabat yang baru dilantik agar memahami tupoksinya. Cara tahu tupoksi kerja, dengan membaca aturan. “Selamat, silahkan bekerja sampai empat tahun ke depan untuk para Wadek, Kaprodi, Kajur, Sekjur dan beberapa pejabat lainnya. Berilah pengalaman kepada mahasiswa sebaik-baiknya. Bekerjalah sesuai tupoksi dan baca aturannya. Aturan yang berkaitan tata kelola institusi, sehingga kita paham tugas masing- masing,” jelasnya.

Dia menjelaskan, kalau semua paham tugas dan tanggung jawab, Insyaallah semua aman. “Kemajuan peradaban manusia, ditentukan seberapa jauh mereka patuh pada aturan. Silahkan cari. Pahami,” ingatnya. Pesan lain yang juga ditekankan Prof Zamrun adalah semua pejabat harus memperhatikan mahasiswa dan kebijakan terkait kemahasiswaan. “Saya tidak ingin lagi, dengar keluhan mahasiswa atau orang tua mahasiswa tentang pungutan lain, diluar UKT. Kalau saya dengar seperti itu, maka sanksi berat menanti. Hari ini saya tahu, besok langsung pecat,” tegasnya.

Jadi, jangan coba-coba ambil sesuatu yang bukan hak. Sangat penting mengerti posisi masing-masing. “Caranya, harus tahu hak dan kewajiban. Mari sama-sama jaga universitas ini. Jaga nama baiknya. Praktek baik yang telah kita lakukan, harus terus dijalankan,” imbuhnya. (kn)

Tinggalkan Balasan