Rp 14,8 Miliar Dana PKH Tuntas Tersalur, Ada Jatah Ibu Hamil Juga Loh

KENDARINEWS.COM–Pemerintah terus menggulirkan bantuan untuk masyarakatnya yang kurang beruntung alias prasejahtera. Di Kota Kendari sekitar Rp 14,8 Miliar dana dari Program Keluarga Harapan (PKH) telah disalurkan. Jumlahnya 12.049 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terdiri dari keluarga tidak mampu, ibu hamil/menyusui dan anak berusia 0 sampai 6 tahun.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari, Abdul Rauf mengatakan dana bantuan PKH sangat membantu masyarakat prasejahtera yang ada di Kendari. Pasalnya, Pemkot tidak memiki kemampuan anggaran untuk mengakomodir seluruh warga kurang mampu di Kota Lulo. “Kita sangat terbantu dengan adanya program dari pemerintah pusat ini,” ungkapnya kemarin.

Meski anggaran bantuan bersumber dari APBN, namun kendali penerimanya ada di Pemkot Kendari berdasarkan usulan atau berpatok pada Data Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Data penerima bersumber dari kami. Makanya kami pastikan penerimanya adalah benar-benar masyarakat yang membutuhkan,” kata Abdul Rauf.

Selain sebagai pengusul, pihaknya juga bertindak sebagai pengawas penyaluran program bantuan. Oleh karena itu, pihaknya juga memastikan bantuan yang digulirkan oleh pemerintah bisa tersalur langsung kepada KPM tanpa melalui perantara baik itu melalui pendamping, maupun pihak lainnya. “Kami pastikan dananya masuk ke rekening masing-masing penerima,” kata Abdul Rauf.

Sementara di kategori pendidikan, pemerintah juga memberikan bantuan biaya sekolah bagi pelajar setingkat SD, SMP dan SMA sederajat. Tidak hanya itu, lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun keatas dan penyandang disabilitas (diutamakan kategori berat) juga menerima bantuan.

Untuk besaran dana bantuannya, kategori anak usia dini 0-6 tahun dan ibu hami masing-masing mendapatkan bantuan Rp 3 juta per tahun, kategori pendidikan SD Rp 900 ribu per tahun, SMP Rp1,5 juta per tahun, dan SMA Rp 2 juta per tahun. Sementara, untuk kategori warga lansia di atas 60 tahun mendapatkan bantuan Rp2,4 juta per tahun, sedangkan kategori penyandang disabilitas Rp 2,4 juta per tahun. (kn)

Tinggalkan Balasan