oleh

Angka IKK Sultra Rendah

KENDARINEWS.COM–Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga berencana (DP3AKB) Sultra Andi Tenri Rawe Silondae mengatakan kegagalan atau ketidakberfungsian keluarga menimbulkan berbagai dampak sosial, ekonomi dan itu berbuntut pada rendahnya angka Indikator Ketahanan Keluarga (IKK) di Sulawesi Tenggara (Sultra).

IKK Sultra masih di bawah rata-rata nasional sebesar 68,13. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, Sultra hanya memperoleh nilai 65,45. “Banyak perceraian yang disebabkan oleh faktor ekonomi terutama di masa pandemi ini. Usia perkawinan yang terlalu muda juga menyebabkan ketidaksiapan dalam menghadapi kehidupan rumah tangga. Yang kemudian menimbulkan permasalahan seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, seks bebas dan lain-lain,” jelasnya kemarin.

Persoalan gender dalam keluarga lanjutnya, seringkali disebabkan konstruksi sosial dan kultural yang dipahami dan dianut oleh masyarakat. Secara umum, kesenjangan gender dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). “IPG adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terpilih berdasarkan jenis kelamin. Indikator IPM adalah terdiri atas Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), Angka Harapan Lama Sekolah (HLS), Angka Harapan Hidup (AHH) dan perkiraan pendapatan,” jelasnya.

Dari data BPS tahun 2020, IPG Sultra mencapai 90.68. Sementara IPM mencapai 71.66 dan RLS mencapai 9,13. Sedangkan AHH Sultra tahun 2021 untuk laki-laki sebesar 69.35 tahun dan perempuan 73,37 tahun.

Meskipun demikian, Sultra meraih penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Kategori Pratama pada tahun 2020 dan 2021. “Penghargaan ini sebagai bentuk komitmen pelaksanaan pengarustamaan gender di provinsi Sultra dan penghargaan kota layak anak di Kabupaten Kolaka dan Kota Kendari. Melalui Dinas Bina Marga Sultra, kita juga menerima penghargaan gender inklusi disabilitas dan sosial tahun 2022.

Dengan adanya sosialisasi ini, ia berharap dapat menjadi motivasi dalam meningkatkan kualitas keluarga. Dengan begitu, seluruh stake holder mampu bergerak bersama dalam meningkatkan IKK guna mewujudkan kesejahteraan keluarga Indonesia khususnya di Sultra. (KN)

Komentar

Tinggalkan Balasan