oleh

Kapten KMP Fery Mujair Trip Raha-Pure Meninggal. Ini Penyebabnya.

KENDARINEWS.COM—Diduga kelelahan saat melayani trip Tampo-Torobulu Mualim I Kapal Feri KM Nuku (Kapten KMP Fery Mujair), La Tamuda meninggal dunia.

General Manager Baubau PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Rudy Hanafiah melalui telepon di Muna, Sabtu (7/5), mengatakan Mualim I yang meninggal tersebut bernama La Tamuda.

“Betul, meninggalnya itu dua hari yang lalu (Kamis 5 Mei red.), meninggal pada sore hari kebetulan dia sedang pulang ke rumah, kejadiannya pas di rumah,” katanya.

Rudy menyampaikan, almarhum meninggal bukan pada saat bertugas di kapal, namun meninggal di rumahnya yang berada di sekitar pelabuhan Tampo, Kelurahan Tampo, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna usai melakukan tugas.

Almarhum diduga meninggal dunia karena kelelahan menyebabkan setop jantung, sebab melayani arus mudik hingga arus balik Lebaran selama 24 jam yang meningkat dari dua tahun sebelumnya.

Kalau melihat ciri-ciri fisiknya (kemungkinan penyakit) jantung, hitam badannya. Trip 24 jam itu dari H-5 berhenti sebentar pada saat H plus (Shalat Idul Fitri) dan sekarang sudah 24 jam,” ujar dia.

Dia menjelaskan, sistem kerja di kapal dalam melayani arus mudik hingga arus balik Lebaran Idul Fitri, yakni empat jam bertugas dan delapan jam istirahat dengan sistem tiga kali pergantian.

Sebenarnya almarhum saat ini telah memiliki SK sebagai Kapten KMP Feri Mujair penyeberangan Raha-Pure. “Posisinya sebenarnya sudah Kapten di Mujair, SK defenitifnya itu datangnya posisi sudah angkutan Lebaran, sehingga rencana saya setelah angkutan Lebaran ini baru saya pindahkan sebagai Kapten di Mujair,” tambah Rudy

Iapun mengaku berbelasungkawa atas meninggalnya Kapten KMP Mujair La Tamuda. (ant/jpnn/kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan